NUSA TENGGARA BARAT — Vivo Y600 resmi diluncurkan di China dengan baterai jumbo 10.000 mAh dan kamera belakang 50 megapiksel, sudah bisa dipesan sekarang dan mulai dijual 30 Oktober mendatang. Ponsel ini menawarkan layar AMOLED 6,83 inci 1,5K 120Hz serta chipset MediaTek Dimensity 7300e, menempatkannya sebagai opsi baterai tahan lama di kelas menengah. Pengguna yang butuh daya tahan ekstrem tanpa sering mengisi ulang jadi sasaran utama perangkat ini.
Vivo Y600 hadir sebagai penerus lini Y series yang menonjolkan daya tahan baterai. Pemesan awal bisa memilih tiga warna: Diamond Gold, Obsidian Black, dan Sapphire Blue. Penjualan perdana dijadwalkan 30 Oktober melalui toko online resmi Vivo di China.
Kapasitas 10.000 mAh menempatkan Vivo Y600 jauh di atas rata-rata ponsel kelas menengah yang umumnya bermain di 5.000–6.000 mAh. Angka ini relevan bagi pengguna yang sering bepergian jauh, bekerja di lapangan, atau sulit mengakses colokan listrik.
Baterai sebesar itu biasanya berbanding lurus dengan bobot perangkat. Sayangnya, bahan belum menyebutkan dimensi, bobot, maupun kecepatan pengisian daya Vivo Y600.
Panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K memberi ketajaman di atas layar Full HD biasa. Refresh rate 120Hz membuat animasi antarmuka dan scroll terasa lebih halus, terutama saat bermain game atau menggulir media sosial.
Kamera utama 50 megapiksel jadi konfigurasi standar di segmen ini. Bahan tidak merinci apakah ada lensa ultrawide atau kamera sekunder lain, sehingga detail susunan kamera belum bisa dipastikan.
Chipset Dimensity 7300e dibangun di proses 6nm dengan konfigurasi octa-core. Kelas chip ini diposisikan untuk kebutuhan harian dan gaming ringan sampai menengah, bukan untuk beban kerja berat seperti rendering video.
Vivo menyertakan OriginOS 6 yang berbasis Android 16. Versi Android terbaru ini memberi masa dukungan pembaruan lebih panjang dibanding ponsel yang masih memakai Android 15.
Vivo Y600 sudah dibuka untuk pre-order di China. Penjualan resmi bergulir 30 Oktober melalui kanal online Vivo China. Bahan belum mencantumkan angka harga maupun varian RAM dan penyimpanan.
Belum ada informasi apakah Vivo Y600 akan masuk pasar Indonesia. Pengguna lokal sebaiknya menunggu pengumuman resmi Vivo Indonesia soal ketersediaan dan banderolnya.
Vivo Y600 cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai dan layar besar ketimbang performa puncak. Ponsel ini kurang pas bagi yang mengejar chipset flagship atau kamera serba bisa.