DOMPU — Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyatakan edukasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak pinjaman berbunga tinggi. Menurut dia, warga perlu mengenali produk perbankan, termasuk risiko dan manfaat tiap layanan, sebelum mengambil keputusan finansial.
Pernyataan tersebut disampaikan Adhi saat menutup rangkaian BIK 2026 di Kantor Bupati Dompu. Kegiatan berlangsung tiga hari dan menyasar warga umum hingga pelajar sekolah dasar.
Adhi menegaskan posisi Bank NTB Syariah dalam kegiatan tersebut. "Ya, melawan pinjol, melawan rentenir. Kasihan masyarakat," tegasnya di hadapan peserta penutupan BIK 2026.
Menurut Adhi, BIK menjadi momentum bagi perbankan bersama OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memperluas pemahaman warga sekaligus membuka akses ke layanan keuangan formal. Ia berharap masyarakat tidak tergiur pinjaman online yang menjanjikan pencairan cepat tanpa memahami konsekuensinya.
Selama BIK 2026, Bank NTB Syariah membuka layanan pembukaan rekening dan akses produk keuangan lain yang bisa membantu warga mengelola keuangannya. Antusiasme masyarakat Dompu dinilai menjadi sinyal positif bagi perluasan inklusi keuangan di daerah itu.
Selain menyasar warga dewasa, Bank NTB Syariah menggarap kalangan pelajar melalui edukasi keuangan di sekolah-sekolah dasar. Program Satu Rekening Satu Pelajar dijalankan untuk mendorong siswa memiliki rekening sejak dini.
"Harapannya, masyarakat bisa lebih memahami produk perbankan dan risiko-risiko produk keuangan, sehingga mereka tidak lagi mudah terpengaruh pinjol dan lebih mudah mengakses layanan keuangan yang ada di Indonesia," ujar Adhi.
Dengan literasi yang memadai dan akses perbankan yang lebih mudah, warga Dompu diharapkan punya alternatif pembiayaan yang aman dan sesuai kebutuhan. Bank NTB Syariah juga menyiapkan pendampingan agar masyarakat mengenali perbedaan antara kredit produktif dan pinjaman konsumtif.
Bupati Dompu Bambang Firdaus berharap Bank NTB Syariah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat melalui dukungan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor usaha lain. Menurut dia, perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Dompu merupakan peluang yang perlu dioptimalkan lewat permodalan dan akses keuangan memadai.
Bambang menekankan pentingnya memperbesar porsi pembiayaan untuk kegiatan produktif. Dengan begitu, layanan perbankan memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif.
Bank NTB Syariah menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Kerja sama itu diharapkan membuka kesempatan bagi warga memperoleh pembiayaan dengan biaya lebih terjangkau untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.