NUSA TENGGARA BARAT — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat. Pada penggeledahan yang berlangsung Senin (15/4) kemarin, penyidik menyita enam kendaraan mewah dari rumah dinas dan kediaman pribadi Silmy Karim. Mobil-mobil tersebut diduga hasil dari sejumlah proyek dan penerimaan gratifikasi selama ia menjabat.
Dari informasi yang dihimpun, kendaraan yang diamankan meliputi dua unit Mercedes-Benz, satu Lexus LX570, satu Toyota Alphard, dan dua mobil sport mewah lainnya. Nilai total aset bergerak ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. KPK masih melakukan pendataan dan penilaian lebih lanjut untuk memastikan angka pastinya.
“Kendaraan ini langsung dibawa ke gedung KPK untuk dilakukan penyitaan resmi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar seorang sumber di lingkungan KPK yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan, penyitaan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan aset negara.
Silmy Karim diduga menerima gratifikasi dalam bentuk kendaraan mewah dari sejumlah rekanan proyek di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Modusnya, kendaraan-kendaraan itu dicatat atas nama orang lain atau perusahaan fiktif untuk menyamarkan kepemilikan. KPK saat ini tengah menelusuri aliran dana dan hubungan antara pemberi dan penerima.
“Ini bukan sekadar gratifikasi biasa. Ada indikasi pemerasan dan pengaturan proyek yang merugikan negara,” tegas Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/4). Ia enggan merinci lebih jauh karena proses penyidikan masih berlangsung.
Sebelum menjadi Wakil Menteri, Silmy Karim dikenal sebagai pengusaha dan pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel. Ia baru dilantik sebagai Wamen pada Kabinet Indonesia Maju periode 2024-2029. Kini, ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan KPK sejak pekan lalu.
Pihak keluarga Silmy Karim belum memberikan tanggapan resmi. Kuasa hukumnya, Ahmad Rifai, hanya menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. “Kami menghormati proses hukum dan akan membuktikan klien kami tidak bersalah di persidangan,” katanya singkat.
Penggeledahan dan penyitaan ini menjadi perhatian publik. Banyak yang mempertanyakan asal-usul kekayaan pejabat publik yang tiba-tiba memiliki koleksi kendaraan mewah. KPK berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.
“Kami akan terus mengembangkan perkara ini. Jika ada pihak lain yang terlibat, termasuk pihak swasta, akan kami proses,” tegas Tessa. KPK juga tengah mengaudit laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Silmy Karim untuk mencocokkan dengan aset yang disita.