NUSA TENGGARA BARAT — Mobil listrik sport dari divisi N Hyundai ini sudah bisa dipesan di Malaysia sejak sebulan terakhir dengan estimasi harga RM460.000 atau setara Rp1,6 miliar. Banderol tersebut memang jauh di atas Tesla Model 3 Performance yang hanya RM229.000, namun perlu diingat Ioniq 6 N didatangkan utuh dari Korea dengan bea masuk dan cukai mencapai 50 persen. Banderol ini membuatnya menjadi salah satu sedan listrik termahal di segmennya di kawasan tersebut.
Ioniq 6 N menggendong dua motor listrik yang menghasilkan tenaga puncak 609 PS dan torsi 740 Nm. Angka itu bisa naik ke 650 PS dan 750 Nm saat pengemudi mengaktifkan mode N Grin Boost (NGB). Mode ini hanya bisa digunakan dalam waktu terbatas untuk akselerasi ekstrem, seperti saat keluar tikungan atau menyalip di jalan lurus.
Dengan sistem N Launch Control, mobil ini mampu menyentuh 100 km/jam dalam 3,2 detik — lebih cepat 0,2 detik dari Ioniq 5 N. Kecepatan tertingginya dibatasi 257 km/jam, sedikit lebih rendah 3 km/jam dari saudaranya yang berbentuk hatchback. Baterai NMC 84 kWh generasi kedua memberi jarak tempuh WLTP 487 km dan mampu diisi 10-80 persen hanya dalam 18 menit.
Hyundai menyematkan fitur N e-Shift yang mensimulasikan perpindahan gigi delapan percepatan kopling ganda melalui getaran dan batasan putaran motor. Sistem N Active Sound+ memproyeksikan suara mesin pembakaran internal ke dalam kabin. Kedua fitur ini dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara mobil sport konvensional di atas platform listrik.
Urusan handling, Ioniq 6 N mendapat suspensi khusus, differential elektronik (e-LSD), dan rem depan cakram 400 mm. Ada pula N Torque Distribution untuk mengatur distribusi tenaga depan-belakang, serta N Drift Optimiser yang memudahkan mobil melakukan drifting. Khusus untuk model ini, Hyundai menambahkan N Track Manager — sistem pencatat waktu putaran di sirkuit yang bisa dianalisis pengemudi usai balapan.
Secara visual, Ioniq 6 N mengadopsi basis Ioniq 6 facelift dengan headlamp terbelah. Fender melebar menampung pelek 20 inci dan ban Pirelli P Zero Elect. Di bagian belakang, sayap swan-neck menjadi ciri khas model sedan ini. Warna Performance Blue dengan efek pearl eksklusif untuk varian N.
Interior mendapat setir N dengan tombol fungsi performa, jok bucket dengan logo N menyala, pedal motif bendera kotak-kotak, dan kabin serba hitam. Layar 12,3 inci kini mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel berkat sistem ccNS terbaru. Konsol tengah didesain ulang dengan dua port USB-C dan panel kontrol fisik yang lebih ringkas. Sebagai sentuhan khas, tersedia dudukan action camera di atap untuk merekam aksi di sirkuit.
Bandrol RM460.000 menempatkan Ioniq 6 N di kelas yang berbeda dengan Tesla Model 3 Performance. Jika Tesla mengandalkan efisiensi produksi massal dan rantai pasok lokal di beberapa negara, Ioniq 6 N adalah mobil CBU Korea dengan kandungan teknologi simulasi performa tinggi yang mahal. Bagi penggemar setia N brand, harga ini mungkin sepadan dengan paket lengkap: akselerasi gila, simulasi transmisi, suara mesin palsu, dan perlengkapan sirkuit yang tidak dimiliki kompetitor langsungnya.
Peluncuran resmi di KLIMS pada 12-21 Juni akan menjadi jawaban apakah pasar Malaysia siap dengan sedan listrik performa tinggi seharga hampir setengah juta ringgit. Satu hal yang pasti, mobil ini bukan untuk semua orang — melainkan untuk mereka yang mengerti bedanya sekadar kencang dengan benar-benar seru dikendarai.
Belum ada kepastian. Hyundai Motor Indonesia belum memberikan sinyal akan membawa Ioniq 6 N ke pasar lokal. Jika pun masuk, bea masuk dan PPnBM untuk mobil CBU listrik di Indonesia bisa membuat harganya melambung lebih tinggi dari estimasi Malaysia. Namun, dengan tren mobil listrik performa tinggi yang mulai diminati, bukan tidak mungkin Ioniq 5 N yang lebih dulu meluncur global akan menjadi pintu masuknya.