STIKES Hamzar Lombok Timur Raih Akreditasi Unggul Pertama di NTB

Penulis: Okta Nugraha  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 11:58:01 WIB
STIKES Hamzar Lombok Timur resmi meraih akreditasi unggul pertama di NTB.

LOMBOK TIMUR — Ijazah lulusan STIKES Hamzar kini diakui penuh untuk proses registrasi tenaga kesehatan profesional. Keuntungan praktis lainnya mencakup prioritas penerimaan kerja di rumah sakit besar—baik swasta maupun negeri—serta peluang lolos CPNS/PPPK yang jauh lebih besar dibanding kampus berakreditasi reguler. Mahasiswa lulusan Unggul juga didahulukan ketika melanjutkan studi profesi Ners, profesi Bidan, atau program S2 Kesehatan ke institusi pendidikan yang lebih tinggi.

Capaian 17 Tahun Operasional

STIKES Hamzar memperoleh izin operasional dari Kemendikbud pada 27 Februari 2009 dan kini telah meluluskan lebih dari 2.500 mahasiswa. Sekertaris Yayasan, Dr H. Hamidi, mengatakan kampus ini adalah sekolah tinggi kesehatan pertama di Lombok Timur. Program studi yang dijalankan mencakup D3 Kebidanan, S1 Kebidanan, Profesi Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners—semua telah terakreditasi dengan penilaian baik atau sangat baik sebelum akreditasi perguruan tinggi naik ke level Unggul.

Pertumbuhan Berkelanjutan dan Jejak Alumni

Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan HM Fadlul Rahman, M.Pd, dan Ketua STIKES Hamzar Drs. HM. Magrib M.Kes, kampus mengalami ekspansi infrastruktur, penambahan dosen, modernisasi laboratorium, dan pertumbuhan jumlah mahasiswa setiap tahunnya. "Coba ditanya mereka yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di berbagai puskesmas Lombok Timur dan rumah sakit—sebagian mengaku lulusan STIKES Hamzar," ujar Hazmi Hamzar pada Rabu (6/5/2026).

STIKES Hamzar juga telah menjalin kerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk program beasiswa dan lanjutan studi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Strategi ini memperkuat posisi kampus sebagai pilihan utama profesi kesehatan di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: ayolombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top