MATARAM — Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi terpilih menjadi pusat pertemuan advokat dari seluruh penjuru tanah air dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kongres Advokat Indonesia (KAI) 2026. Pertemuan besar ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, selama dua hari pada 5–6 Juni 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Rakernas KAI, Suparman SH, MH, mengonfirmasi bahwa persiapan mulai dimatangkan untuk menyambut ribuan praktisi hukum tersebut. Selain sebagai forum pengambilan keputusan, agenda ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KAI yang ke-18.
Pemilihan lokasi di Pulau Lombok dinilai strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di wilayah timur Indonesia. Rakernas ini menjadi mandat organisasi guna menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Rakernas merupakan forum tertinggi organisasi setelah Kongres yang memiliki kewenangan vital dalam menentukan peta jalan KAI. Suparman menjelaskan bahwa forum ini akan menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah berjalan selama setahun terakhir.
“Rapat Kerja Nasional ini merupakan forum strategis organisasi setelah Kongres, yang akan membahas evaluasi program kerja serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan,” ujar Suparman, Minggu (3/5/2024).
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antaranggota di bawah naungan Advokai. Panitia memandang penguatan soliditas internal menjadi kunci agar advokat mampu memberikan kontribusi maksimal dalam sistem penegakan hukum di Indonesia.
Panitia mengusung tema “Intelektual dan Sosial” untuk Rakernas 2026. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan profesi advokat yang dituntut tidak hanya piawai dalam penguasaan regulasi, tetapi juga peka terhadap dinamika yang terjadi di masyarakat bawah.
“Dengan mengusung tema ‘Intelektual dan Sosial’, kami ingin mendorong advokat tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial masyarakat,” kata Suparman menjelaskan visi kegiatan tersebut.
Integrasi kapasitas intelektual dan kepedulian sosial diharapkan mampu memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat pencari keadilan. KAI berkomitmen agar setiap keputusan strategis yang lahir dari Rakernas di Mataram nanti berdampak langsung pada profesionalisme profesi pengacara di lapangan.
Panitia menargetkan sedikitnya seribu peserta akan memadati lokasi kegiatan. Peserta tersebut terdiri dari jajaran pengurus pusat hingga anggota KAI dari berbagai daerah di Indonesia yang saat ini sudah mulai membuka proses pendaftaran.
“Kami telah membuka pendaftaran bagi para advokat di bawah Advokai, target sekitar seribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan hadir dalam Rakernas dan HUT di tahun 2026 ini,” jelas Parman, sapaan akrabnya.
Kehadiran ribuan tamu ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB. Panitia secara khusus menyiapkan paket wisata bagi peserta untuk mengenali destinasi unggulan serta industri kuliner khas Lombok.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme advokat, serta memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat pencari keadilan,” tutup Suparman.
Langkah ini menjadi bagian dari promosi daerah melalui kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Dengan mengarahkan ribuan pengacara ke destinasi wisata lokal, KAI turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha di Nusa Tenggara Barat.