Hutan Adat Bayan Jaga 37 Mata Air, Warga Tak Pernah Kekeringan Saat Desa Lain Krisis Air

Penulis: Ridho Pratama  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:16:01 WIB
Warga Desa Adat Bayan memanfaatkan aliran mata air dari kawasan hutan adat Bangket Bayan untuk irigasi sawah dan kebutuhan air bersih.

LOMBOK UTARA — Desa Adat Bayan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memiliki 37 mata air yang mengalir ke saluran irigasi, sawah, dan sumber air bersih warga. Kepala Desa Bayan Satradi menyebut air dari kawasan hutan adat itu tidak pernah surut, bahkan ketika desa-desa lain dilanda kekeringan pada musim kemarau.

Kelestarian hutan adat Bangket Bayan dijaga melalui awig-awig, aturan adat yang mengikat perilaku warga terhadap lingkungan. Aturan itu melarang penebangan pohon, pembakaran hutan, dan aktivitas yang merusak kawasan mata air.

Awig-awig: Denda Kerbau hingga Pengucilan bagi Pelanggar

Satradi menjelaskan, aturan adat mengenal empat tingkatan sanksi yang menyesuaikan bentuk pelanggaran. Pelanggaran ringan seperti mencabut anakan pohon atau memotong ranting dikenai denda berupa ayam, beras, kelapa, dan kebutuhan pokok lain.

Penebangan pohon masuk kategori pelanggaran berat. Pelakunya wajib memenuhi denda adat berupa satu ekor kerbau, satu kuintal beras, satu kuintal ketan, dan 244 keping uang bolong.

"Pokoknya kalau sudah melakukan penebangan itu wajib dia kena denda berat," ujar Satradi saat diwawancarai di hutan adat Bangket Bayan.

Sanksi terberat adalah pengucilan bagi warga yang terus mengulangi pelanggaran setelah menerima teguran. Satradi menegaskan masyarakat Bayan belum pernah menerapkan sanksi tersebut.

Pemerintah desa bekerja bersama pemangku adat menangani dugaan perusakan hutan. Warga juga dapat melaporkan pelanggaran agar ditindaklanjuti.

Pekaseh Atur Distribusi Air ke Sawah Petani

Tokoh masyarakat Bayan Timur, Raden Wikto Kesuma, mengatakan masyarakat adat punya struktur kelembagaan untuk mengatur pemanfaatan air. Salah satu unsurnya ialah pekaseh, yang bertugas mengatur distribusi air menuju sawah petani.

Sistem itu membantu petani memperoleh pasokan air untuk menanam padi lokal. Masyarakat Bayan juga masih mempertahankan tradisi menyimpan hasil panen sebagai bagian dari ketahanan pangan.

"Jadi kalau disini sebagian hasil panen kita kasih pekaseh sebagai penghargaan pengaturan irigasi," jelas Wikto, yang juga Wakil Ketua BPD Desa Bayan.

Wikto menegaskan masyarakat tidak memisahkan pelestarian hutan dari keberlangsungan generasi berikutnya. Mereka ingin anak cucu tetap menikmati sumber air yang terjaga.

Dinas Kebudayaan NTB Dorong Desa Lain Belajar dari Bayan

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menyebut praktik pelestarian lingkungan masyarakat adat Bayan layak dipelajari daerah lain. Menurutnya, warga menjaga pepohonan, mempertahankan aturan adat, dan merawat kawasan hutan secara turun-temurun.

"Bahkan ketika musim kemarau, ketika desa-desa lain menderita kekeringan, di Desa Adat Bayan ini mereka tidak pernah kekeringan untuk bulan-bulan ini. Air selalu melimpah," kata Ihwan, Sabtu (24/10/2026), saat acara Jelajah Bayan.

Keberhasilan menjaga sumber air itu tidak lepas dari aturan yang mengikat masyarakat, termasuk sanksi bagi pelanggar. Ihwan menilai kombinasi kearifan lokal dan penegakan aturan adat menjadi pelajaran berharga bagi pengelolaan lingkungan di NTB.

Kementerian Kebudayaan Libatkan Mahasiswa Kenali Adat Bayan

Kementerian Kebudayaan mendorong pengenalan adat Bayan kepada generasi muda melalui kegiatan jelajah budaya. Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, mengatakan kegiatan itu bertujuan memperluas pengetahuan mahasiswa tentang kekayaan budaya setempat.

Sjamsul menilai pengetahuan generasi muda mengenai adat, ritual, dan tradisi lisan perlu terus diperkuat. Ia mendorong kolaborasi dengan pemangku adat agar pewarisan budaya berlangsung berkelanjutan.

"Harapan saya mereka ikut menjaga reputasi masyarakat adat melalui publikasi yang bertanggung jawab," jelas Sjamsul.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top