Open AI Bantah Tudingan Apple soal Pencurian Rahasia Dagang Karyawan yang Pindah

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Selasa, 01 September 2026 | 18:19:31 WIB
OpenAI membantah tudingan Apple terkait pencurian rahasia dagang oleh dua mantan karyawannya dalam filing pengadilan terbaru.

NUSA TENGGARA BARAT — OpenAI menegaskan bahwa kekacauan hukum yang menyeret namanya merupakan kesalahan internal Apple sendiri. Pernyataan ini disampaikan perusahaan AI tersebut dalam filing pengadilan yang diajukan pada hari yang sama dengan klaim "bukti mengejutkan" dari Apple, seperti dikutip Reuters.

Perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini merespons tegas tuduhan bahwa Chang Liu dan Tang Tan, dua mantan karyawan Apple, membawa informasi rahasia untuk mengembangkan perangkat hardware AI.

Argumen Kunci OpenAI

Dalam dokumen resminya, OpenAI menyebut karyawan berhak pindah ke perusahaan yang lebih inovatif. "Karyawan bisa meninggalkan perusahaan seperti Apple yang kesulitan mengadopsi AI dan pindah ke startup menarik yang membangun produk inovatif," tulis OpenAI.

Menurut OpenAI, tuduhan Apple tidak berdasar karena tiga celah prosedur internal yang mereka temukan. Pertama, Apple justru mendorong karyawan memakai akun iCloud pribadi untuk mengakses dokumen perusahaan. Kedua, karyawan yang mengundurkan diri tidak diberi waktu cukup untuk mengembalikan perangkat dan menyerahkan tanggung jawabnya.

Ketiga, mantan karyawan kerap dihubungi rekan kerjanya untuk membantu pekerjaan setelah mereka pergi. Kondisi ini memaksa mereka mengakses informasi perusahaan secara tidak resmi.

Posisi Apple dalam Gugatan ini

Sengketa ini bermula saat Apple mengajukan gugatan terhadap Liu dan Tan. Keduanya dituduh mengunduh file rekayasa yang bersifat rahasia setelah resmi meninggalkan perusahaan iPhone tersebut pada Januari 2025. Apple juga mengklaim kedua engineer itu membawa pengetahuan desain hardware untuk kepentingan proyek perangkat AI OpenAI.

Sebelumnya, pengadilan memberikan akses kepada Apple untuk menganalisis MacBook milik Chang Liu. Dalam filing yang diajukan kemarin, Apple mengaku menemukan empat bukti yang mereka sebut "mengejutkan" untuk memperkuat tuduhan tersebut.

Inti Permasalahan: Status Rahasia Dagang

Pakar hukum menilai kasus ini bergantung pada satu pertanyaan krusial: apakah informasi tersebut masih bisa disebut rahasia dagang? Menurut definisi hukum, sebuah informasi hanya diakui sebagai rahasia dagang jika pemiliknya telah mengambil langkah memadai untuk melindunginya.

Strategi OpenAI dengan menunjukkan kelemahan prosedur Apple bisa menjadi senjata ampuh. Jika terbukti Apple lalai menjaga datanya sendiri, gugatan mereka berpotensi gugur—bahkan jika penggunaan informasi itu terbukti di pengadilan.

Konteks Bisnis: Perebutan Talenta AI

Kasus ini menjadi cermin persaingan ketat pasar AI global, terutama di Silicon Valley. Apple yang selama ini dikenal tertutup soal pengembangan AI, kini berhadapan dengan startup yang merekrut talenta terbaiknya.

Hasil putusan pengadilan nantinya akan menjadi preseden penting. Bukan hanya bagi Apple dan OpenAI, tapi juga bagi perusahaan teknologi yang ingin melindungi kekayaan intelektual mereka di tengah perang perekrutan talenta AI yang semakin agresif.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top