NUSA TENGGARA BARAT — Kabar besar bagi kamu yang sedang menyusun rencana liburan ke Korea Selatan. Tiga maskapai berbiaya hemat—Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul—telah mencapai kesepakatan untuk bergabung menjadi satu perusahaan di bawah nama Jin Air. Kesepakatan ini diumumkan pada Jumat (21/8/2026) dan akan mulai beroperasi penuh sebagai entitas gabungan pada 17 Maret 2027.
Setelah merger, entitas baru Jin Air diprediksi mengoperasikan 58 pesawat. Jumlah ini melampaui pesaing utamanya di segmen hemat, seperti Jeju Air yang memiliki 45 pesawat dan T'way Air dengan 47 pesawat.
Dengan armada sebesar itu, fleksibilitas jadwal penerbangan ikut meningkat. Maskapai bisa lebih lincah menyesuaikan rute berdasarkan permintaan musiman dan menangani penundaan atau masalah teknis dengan lebih cepat.
Yang paling terasa dampaknya adalah konektivitas antarwilayah. Jin Air selama ini kuat di 47 rute internasional dan 14 rute domestik dari hub utamanya di Bandara Incheon, Seoul. Air Seoul juga beroperasi dari Incheon dengan 10 rute internasional.
Sementara itu, Air Busan membawa kekuatan di wilayah selatan dengan 39 rute yang berpusat di Bandara Gimhae, Busan. Gabungan kekuatan ini berarti penumpang akan mendapat lebih banyak opsi terbang antara Seoul, Busan, dan destinasi populer di Asia.
Untuk memuluskan transisi, ketiga maskapai kini sudah beroperasi dari Terminal 2 Bandara Incheon. Langkah ini memudahkan koordinasi operasional sebelum sertifikasi tunggal dari otoritas penerbangan Korea Selatan terbit.
Jin Air juga mengalokasikan dana sebesar Won 22 miliar untuk meningkatkan simulator penerbangan dan menyamakan standar operasional pilot, awak kabin, serta staf pemeliharaan. Program pelatihan bersama sudah berjalan demi membangun tim yang solid sebelum resmi beroperasi.
Merger ini memang dirancang untuk menekan biaya operasional. Namun, penggabungan juga menghilangkan persaingan di rute-rute yang sebelumnya dilayani dua atau tiga maskapai sekaligus. Kekhawatiran muncul bahwa harga tiket di rute tersebut berpotensi naik.
Kendati demikian, pasar maskapai hemat Korea Selatan diprediksi tetap kompetitif. Langkah ini juga sejalan dengan rencana besar Korean Air dan Asiana Airlines yang akan bergabung penuh pada Desember 2026—Jin Air adalah anak usaha Korean Air, sementara Air Busan dan Air Seoul berada di bawah Asiana.
Bagi traveler Indonesia, perubahan ini layak dicermati. Rute ke Korea Selatan dari Jakarta atau Denpasar kemungkinan akan punya lebih banyak opsi jadwal dan koneksi internal yang lebih efisien. Pantau terus pengumuman resmi Jin Air menjelang kuartal pertama 2027 untuk info tiket dan rute terbaru.