NUSA TENGGARA BARAT — Laga semifinal yang berlangsung di Jakarta International Velodrome menyajikan awal yang menjanjikan bagi tuan rumah. Indonesia merebut set pertama dengan skor 25-22, namun kehilangan tiga set berikutnya secara beruntun.
Indonesia tampil percaya diri sejak gim pertama. Serangan-serangan keras mampu menembus pertahanan Vietnam. Keunggulan 25-22 membuat publik Velodrome bersorak optimistis.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan. Vietnam mulai menemukan ritme permainan di set kedua.
Pada set kedua, Vietnam unggul 10-7 di awal. Indonesia terus mengejar namun gagal membalikkan keadaan hingga kalah 22-25. Set ketiga menjadi milik Vietnam – mereka unggul 16-12 di pertengahan set dan menutup dengan 25-19.
Pertahanan Vietnam mulai sulit ditembus. Blok-blok mereka meredam serangan andalan Indonesia.
Memasuki set keempat, Indonesia masih kesulitan membongkar pertahanan berlapis Vietnam. Serangan-serangan kerap kandas di blok lawan. Skor akhir 18-25 menutup perjalanan Indonesia di semifinal.
Pelatih timnas mengakui Vietnam tampil solid dalam bertahan dan cepat dalam transisi. “Kami sudah berusaha maksimal, tetapi mereka lebih siap dalam momen krusial,” ujarnya tanpa menyebut nama pemain tertentu.
Kekalahan ini membuat Indonesia harus menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Kamboja, Minggu (26/7/2026). Sementara Vietnam akan menantang Thailand di partai final.
Indonesia masih berpeluang mengakhiri turnamen dengan podium, meski target awal adalah final. Laga kontra Kamboja akan menjadi kesempatan terakhir bagi skuad Merah Putih untuk meraih medali perunggu SEA V Cup 2026.