NUSA TENGGARA BARAT — Antusiasme warga Sumatera Utara menggunakan kereta api selama libur sekolah benar-benar di luar perkiraan. Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa dalam periode 20 Juni hingga 2 Juli 2026, pihaknya melayani 111.485 pelanggan. Padahal, kapasitas kursi reguler yang disediakan hanya 108.776 tempat duduk. Artinya, tingkat okupansi mencapai 103 persen—sebuah angka yang menunjukkan kebutuhan transportasi massal di wilayah itu sangat tinggi.
Fenomena serupa juga terjadi saat KA Sribilah Fakultatif beroperasi pada 20-28 Juni 2026. Sebanyak 5.856 pelanggan memanfaatkan program diskon tarif 30 persen, melampaui kapasitas 5.088 kursi. Dengan kata lain, okupansi layanan fakultatif ini mencapai 115 persen. "Tingginya minat ini yang mendorong kami mengoperasikan kembali KA Sribilah Fakultatif pada 3 hingga 5 Juli," ujar Anwar dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).
Dengan tambahan perjalanan tersebut, total kapasitas angkut kumulatif KAI Divre I Sumatera Utara meningkat menjadi 134.572 kursi. Hingga Kamis kemarin, penjualan tiket sudah mencapai 129.800 kursi dan diperkirakan masih terus bertambah hingga masa liburan benar-benar berakhir.
Kabar baik bagi calon penumpang: kereta tambahan ini tetap masuk dalam program stimulus pemerintah berupa potongan tarif 30 persen untuk kelas ekonomi komersial. Program tersebut diberikan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. "Selama kuota masih tersedia, masyarakat juga masih dapat memanfaatkan program diskon transportasi 30 persen sehingga perjalanan menjadi lebih efisien," kata Anwar.
Dengan adanya diskon ini, ongkos perjalanan Medan–Rantauprapat menjadi lebih murah. Hal ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang hendak balik ke kampung halaman atau kembali ke kota setelah liburan sekolah.
Menurut Anwar, kehadiran kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi massal, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. "Kereta api hadir sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan mobilitas yang aman, lancar, dan tarif yang kian terjangkau berkat dukungan stimulus pemerintah, kami ingin memastikan roda aktivitas ekonomi, pariwisata, dan silaturahmi masyarakat Sumatera Utara terus berputar tanpa hambatan," pungkasnya.
Peningkatan frekuensi perjalanan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perdagangan di sepanjang jalur Medan–Rantauprapat. Ketika masyarakat mudah dan murah bepergian, perputaran uang di daerah tujuan pun ikut terdorong. KAI berharap langkah ini bisa menjadi solusi jangka pendek sekaligus kebiasaan baru masyarakat dalam memilih moda transportasi massal yang aman dan terjangkau.