Ancaman Siber 148 Per Detik, NTB Perkuat Kolaborasi BSSN dan Unram Lindungi Data Warga

Penulis: Ridho Pratama  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:34 WIB
BSSN dan Universitas Mataram memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan keamanan data warga NTB.

MATARAM — Ancaman siber di Indonesia meningkat drastis dalam enam tahun terakhir. Data BSSN mencatat anomali siber melonjak dari 400 juta pada 2020 menjadi 5,5 miliar pada 2025. Hingga pertengahan 2026, sudah terdeteksi 2,1 miliar anomali.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Provinsi NTB, BSSN, dan Universitas Mataram menggelar Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah NTB dan Sekitarnya di Ruang Sidang Senat Unram, Selasa (23/6/2026). Forum ini mempertemukan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lain.

Lonjakan Anomali Siber dan Faktor Manusia Jadi Celah Utama

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengungkapkan, sebagian besar insiden keamanan siber justru dipicu human error. Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain penggunaan kata sandi lemah, pemanfaatan email kedinasan untuk kepentingan pribadi, perangkat terinfeksi malware, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk phishing dan penipuan digital.

"Menghadapi eskalasi ancaman ini, kami mendorong Provinsi NTB segera membentuk Forum Komunikasi Keamanan Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) guna memperkuat koordinasi dan ketahanan ekosistem siber secara menyeluruh," kata Nugroho.

Smart Government Bukan Sekadar Digitalisasi Layanan

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menekankan, transformasi digital di lingkungan pemerintahan tidak cukup hanya menghadirkan layanan berbasis aplikasi. Pemerintah wajib memastikan seluruh sistem aman dan mampu melindungi data masyarakat.

"Bagi Provinsi NTB, keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Infrastruktur dan aplikasi harus didukung sistem keamanan yang kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi insiden," ujarnya.

Konsep Smart Government, lanjut Indah, harus menghadirkan pelayanan publik yang efektif, responsif, dan dipercaya masyarakat. "Karena itu diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk membangun kapasitas teknis sekaligus budaya kesadaran keamanan digital," tambahnya.

Unram Resmi Dapat Surat Registrasi Tim Tanggap Insiden Siber

Dalam kegiatan itu, BSSN menyerahkan Surat Tanda Registrasi (STR) Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) kepada Unram dan lima pemerintah kabupaten di NTB. Pemprov NTB juga menerima penghargaan karena seluruh wilayah di NTB telah terhubung dalam sistem TTIS Nasional.

Rektor Universitas Mataram Prof. Sukardi berharap kerja sama ini tidak berhenti pada aspek kelembagaan. "Kami berharap Bapak Kepala BSSN dapat kembali hadir untuk berbagi pengalaman dan melakukan riset bersama," ujarnya.

BSSN dan Unram juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) melalui Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK). Kerja sama ini diharapkan melahirkan program pendidikan, pelatihan, serta riset keamanan siber yang berkelanjutan bagi mahasiswa dan dosen.

Fakta Singkat Ancaman Siber di Indonesia

  • Anomali siber 2020: 400 juta insiden
  • Anomali siber 2025: 5,5 miliar insiden
  • Anomali siber hingga pertengahan 2026: 2,1 miliar insiden
  • Rata-rata potensi ancaman: 148 per detik
  • Penyebab utama: human error (kata sandi lemah, email pribadi, malware, penyalahgunaan AI)
Reporter: Ridho Pratama
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top