NUSA TENGGARA BARAT — Pasar pikap kabin ganda di Asia Tenggara kembali memanas dengan kembalinya Foton ke pasar Malaysia. Melalui distributor Handal BCM, Foton tidak lagi menggunakan nama samaran, melainkan langsung menerjunkan seri Tunland V7 dan V9. Keduanya diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton, namun dengan pendekatan dimensi dan teknologi yang berbeda jauh dari standar pikap medium pada umumnya.
Satu hal yang paling mencolok dari Foton Tunland V7 dan V9 adalah ukurannya. Secara teknis, kedua truk ini memiliki basis yang identik dengan panjang 5.617 mm, lebar 2.090 mm, dan tinggi 1.955 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3.355 mm. Angka ini membuat Tunland jauh lebih besar dibandingkan Toyota Hilux generasi kedelapan.
Jika dikomparasi, Foton Tunland lebih panjang 292 mm, lebih lebar 190 mm, dan lebih tinggi 140 mm dari Hilux. Dimensi ini memposisikan Tunland berada di tengah-tengah antara pikap medium (1-tonner) dan pikap full-size seperti Ford F-150. Meski dimensinya masif, kapasitas angkutnya justru berada di angka 895 kg, sedikit di bawah standar satu ton yang biasa ditemukan pada kompetitor Jepang.
Dapur pacu menjadi nilai jual utama Foton di model terbaru ini. Keduanya dipersenjatai mesin diesel Aucan 4F20 berkapasitas 2.000 cc empat silinder turbodiesel yang dikembangkan bersama Cummins. Mesin ini sudah dilengkapi Variable Geometry Turbo (VGT) dan sistem mild hybrid 48 volt.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan. Khusus varian Tunland V9, Foton menyematkan fitur tambahan berupa pengunci diferensial belakang (rear locking differential) dan sistem kemudi Electric Power Steering (EPS), sementara varian V7 masih menggunakan bantuan hidrolis.
Foton secara terang-terangan mengambil inspirasi desain dari pikap ikonik Amerika Serikat. Tunland V7 tampil dengan wajah yang sangat mirip dengan Ford F-150, terlihat dari penggunaan lampu depan LED proyektor ganda vertikal dan gril tegak yang dominan. Sementara itu, Tunland V9 tampil menyerupai Ram 1500, lengkap dengan lampu horizontal dan gril trapesium khas varian TRX.
Perbedaan keduanya berlanjut ke sektor kaki-kaki. Tunland V7 dirancang sebagai pekerja keras dengan suspensi belakang per daun (leaf springs). Sebaliknya, Tunland V9 lebih difokuskan pada kenyamanan gaya hidup dengan penggunaan suspensi belakang coil-sprung solid axle, mirip dengan karakter Nissan Navara atau Ford Ranger Raptor.
Masuk ke kabin, nuansa modern sangat kental berkat dasbor horizontal dengan konsol tengah yang lebar. Terdapat aksen perak berbentuk huruf U terbalik yang terinspirasi dari tuas gas kapal pesiar (yacht throttle lever) pada area transmisi. Fitur hiburan didukung oleh layar sentuh masif berukuran 14,6 inci yang sudah mendukung konektivitas Apple CarPlay.
Foton juga menyematkan fitur praktis pada jok belakang. Basis kursi dapat dilipat ke atas dengan konfigurasi 60:40, mirip dengan fitur Ultra Seats milik Honda City Hatchback atau HR-V, yang memungkinkan pengguna membawa barang tinggi di dalam kabin. Untuk varian tertinggi V9, konsumen bahkan mendapatkan panoramic sunroof dan pengaturan kursi penumpang elektrik.
Di Malaysia, Foton Tunland V7 diestimasi dijual seharga RM128.888 (sekitar Rp 441,7 juta), sedangkan Tunland V9 dibanderol RM148.888 (sekitar Rp 510,2 juta). Peluncuran resminya dijadwalkan berlangsung pekan depan, sekaligus menandai babak baru persaingan pikap asal Tiongkok di kawasan ASEAN.