LOMBOK TENGAH — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut rumah layak sebagai pintu masuk memutus kemiskinan, tetapi intervensi tidak boleh berhenti di pembangunan fisik. Peninjauan dilakukan pada Rabu, 23 September 2026, setelah sebelumnya ia mendatangi Desa Kabul pada Januari 2026 dan menemukan sejumlah keluarga masih tinggal di rumah tak layak.
Dua keluarga yang menjadi perhatian kala itu adalah Saimum, yang tinggal bersama dua anaknya di rumah berdinding tidak permanen dan beratap seadanya, serta Seremah yang kini menerima bantuan pembangunan Mahyani.
Apa Saja yang Diminta Gubernur NTB Saat Meninjau Desa Kabul?
Saat menemui keluarga penerima Mahyani, Iqbal menanyakan pendidikan anak-anak. Ia menawarkan Program Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis.
“Sekarang kita ada program Sekolah Rakyat, semuanya gratis, nanti kita daftarkan ya,” kata Iqbal.
Iqbal turut menyerahkan buku dan perlengkapan sekolah. Baznas NTB memberikan bantuan bahan pangan, vitamin, dan kebutuhan bayi.
Listrikisasi PLN Jadi PR yang Diminta Segera Didaftarkan
Persoalan listrik juga menjadi perhatian dalam kunjungan itu. Iqbal meminta camat mendata warga yang belum memiliki sambungan listrik agar diusulkan melalui program listrikisasi PLN.
“PLN punya program listrikisasi, itu pemasangan listrik dan bohlamnya sekalian, nanti agar segera didaftarkan,” ujarnya.
Pendataan diminta tidak hanya menyasar penerima Mahyani, tetapi seluruh warga di sekitar lokasi yang belum memiliki akses listrik.
Desa Berdaya Transformatif Jadi Kerangka Intervensi Terpadu
Iqbal menilai penanganan kemiskinan harus dilakukan menyeluruh. Rumah layak perlu dihubungkan dengan pendidikan, kesehatan, pangan, listrik, perlindungan sosial, hingga peluang ekonomi.
Pendekatan itu diterapkan lewat Program Desa Berdaya Transformatif di Desa Kabul. Program ini diarahkan agar keluarga miskin, termasuk penerima manfaat, tidak hanya menerima bantuan tetapi mampu meningkatkan kemandirian.
Dengan kerangka tersebut, pembangunan Mahyani diposisikan sebagai salah satu pintu masuk memperbaiki kualitas hidup keluarga miskin di Lombok Tengah.