TALIWANG — Kepala BRIDA Sumbawa Barat Mars Anugerainsyah menyebut kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Lembaga Ukhuwah Datu Nusantara Lombok Utara. Peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga praktik langsung soal teknik penanaman dan pemeliharaan kurma.
Mars menjelaskan, 35 batang pohon kurma unggul yang ditanam di halaman Masjid Agung Darussalam berfungsi sebagai contoh penerapan teknologi budidaya di Sumbawa Barat. Lokasi itu dipilih karena masjid dinilai bisa jadi pusat kegiatan produktif jamaah.
Pengelolaan usaha ekonomi masjid nantinya melibatkan lembaga khusus di luar struktur kepengurusan masjid. Tujuannya agar pengelolaan berjalan lebih fokus dan profesional.
Mars menuturkan, pengembangan kurma merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem berbasis masjid. Ia menyebut masjid memakmurkan jamaah, dan jamaah memakmurkan masjid lewat kegiatan produktif seperti budidaya ikan, kurma, dan usaha berbasis syariah.
"Kami ingin menciptakan ekosistem berbasis masjid. Masjid memakmurkan jamaah dan jamaah memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan produktif seperti budidaya ikan, kurma, dan usaha berbasis syariah," ujar Mars di sela-sela kegiatan.
Dengan begitu, warga yang datang ke masjid tidak hanya memperoleh manfaat spiritual, tetapi juga nilai tambah ekonomi.
Menurut Mars, budidaya kurma punya peluang ekonomi menjanjikan. Kondisi tanah di Pulau Sumbawa dinilai potensial untuk pengembangan tanaman tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat dalam menciptakan klaster-klaster ekonomi baru.
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA Sumbawa Barat Indra Jaya mengatakan, bimtek dirancang interaktif dan aplikatif. Peserta mengikuti materi di dalam ruangan sekaligus praktik penanaman dan pemeliharaan kurma.
"Kami ingin membangun interaksi dua arah dengan para narasumber, agar ilmu yang diperoleh lebih praktis dan mudah diterapkan di tempat masing-masing. Makanya ada materi aplikasinya juga," jelas Indra.
Bimtek diikuti penyuluh pertanian se-Sumbawa Barat, pengurus Masjid Agung Darussalam, pegawai BRIDA, serta sejumlah pengurus masjid yang sudah memiliki tanaman kurma.
BRIDA Sumbawa Barat berkomitmen memfasilitasi dan mendampingi pengembangan budidaya kurma di masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga ahli, penyuluh pertanian, dan pengurus masjid diharapkan menghasilkan model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan.