MATARAM — Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB Mara Kamin Siregar menyebut usulan pengiriman 25 ribu ton beras ke luar daerah sudah diajukan ke pemerintah pusat. Langkah pengeluaran stok ditempuh agar kapasitas gudang kembali optimal menjelang panen raya 2027.
“Itu yang sudah kami usulkan di angka 25 ribu ton,” kata Mara di Mataram, Kamis (5/11), seperti dikutip Lombok Post.
Distribusi tahap awal diarahkan ke Nusa Tenggara Timur, Bali, dan DKI Jakarta. Alokasi antar daerah akan dibagi menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.
Bulog membuka peluang memperluas pengiriman ke kawasan timur lain, termasuk Ambon dan Papua. Mara menegaskan pengiriman ke luar daerah tidak akan menguras cadangan pangan NTB.
Cadangan beras yang dikuasai Bulog NTB saat ini sekitar 270 ribu ton. Jumlah itu diklaim mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 26 bulan ke depan.
“Ketersediaan beras NTB Insyaallah cukup aman 26 bulan ke depan. Kurang lebih di 270 ribu ton,” ujarnya.
Pengosongan gudang dinilai penting karena Bulog harus menyiapkan ruang penyimpanan untuk menampung serapan gabah dan beras pada semester pertama 2027. Peningkatan produksi padi diperkirakan membuat volume panen petani bertambah.
Hingga minggu pertama November, realisasi serapan gabah dan beras mencapai 97,58 persen dari target 240 ribu ton. Mara optimistis sisa target terealisasi penuh pada November ini.
Penyerapan jagung dari petani juga berjalan, dengan volume tercatat sekitar 65 ribu ton. Kegiatan serapan komoditas tersebut masih berlangsung hingga kini.
Bagi petani, kelancaran serapan menjadi penentu harga jual gabah di tingkat desa. Bagi warga kota, kepastian stok 270 ribu ton menjadi jaminan pasokan beras medium di pasar tradisional tetap stabil dalam dua tahun mendatang.