Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur Sepanjang Januari–September 2026

Penulis: Ridho Pratama  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:48:02 WIB
Kilang Plaju memproduksi 295.263 barel avtur sepanjang Januari–September 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju memproduksi 295.263 barel avtur sepanjang Januari–September 2026, dengan realisasi penyaluran atau lifting mencapai 261.992 barel. Capaian itu menjadi bagian dari pasokan bahan bakar penerbangan nasional yang menuntut jaminan mutu ketat di setiap tahap pengolahan.

Kilang Plaju di Sumatera Selatan menjalankan produksi avtur lewat pengelolaan proses pengolahan yang andal, pengawasan mutu berlapis, serta penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE) di seluruh lini operasional. Disiplin di tiga area itu menjadi syarat utama karena avtur dipakai langsung oleh industri penerbangan yang tidak memberi ruang toleransi terhadap penyimpangan mutu.

Selisih Produksi dan Penyaluran

Dari 295.263 barel yang diproduksi, sebanyak 261.992 barel sudah tersalurkan atau di-lifting hingga akhir September 2026. Selisih sekitar 33.271 barel mencerminkan stok yang masih berada dalam rantai distribusi dan belum masuk ke titik serah.

Angka produksi dan penyaluran itu menempatkan Kilang Plaju sebagai salah satu simpul pasokan avtur Pertamina Patra Niaga, meski skala volumenya jauh di bawah kilang utama lain. Bagi Pertamina, keandalan pasokan di level kilang daerah tetap krusial karena menentukan ketepatan pengiriman ke bandara di wilayah layanan.

Mengapa Mutu Jadi Prioritas

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju Khabibullah Khanafie menegaskan, target produksi bukan satu-satunya ukuran kinerja. Jaminan mutu produk yang disalurkan disebut sama pentingnya.

"Bagi kami, memastikan ketersediaan Avtur tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi, tetapi juga memastikan setiap produk yang disalurkan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, pengawasan dilakukan secara konsisten dan menyeluruh agar Avtur yang dipasok siap mendukung kebutuhan penerbangan," ujar Khabibullah dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Sebelum disalurkan, avtur hasil Kilang Plaju melewati serangkaian tahap pengolahan dan pengawasan mutu, termasuk pengujian laboratorium. Produk baru dilepas ke pasar setelah hasil uji memastikan seluruh spesifikasi bahan bakar penerbangan terpenuhi.

HSSE sebagai Fondasi Operasi

Aspek HSSE diterapkan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga penyaluran. Menurut Khabibullah, penerapan itu bukan formalitas administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab operasional perusahaan.

"Upaya ini merupakan bagian penting dalam memastikan proses pengolahan energi berlangsung secara aman, andal, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya.

Bagi pembaca yang mengikuti kinerja Pertamina, capaian sembilan bulan ini memberi gambaran tentang pola operasi kilang Plaju: volume produksi dijaga stabil, sementara penyaluran bergerak mengikuti permintaan pasar avtur di wilayah layanan.

Ke depan, konsistensi produksi dan mutu avtur Kilang Plaju akan menentukan seberapa besar perannya menopang kebutuhan transportasi udara domestik. Pertamina Patra Niaga sendiri memikul tanggung jawab memasok bahan bakar penerbangan di tengah permintaan industri aviasi yang terus bergerak.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top