BRIDA NTB Minta Mahasiswa Pascasarjana IAHN Gde Pudja Riset Tiga Isu Prioritas: Kemiskinan, Pangan, dan Pariwisata

Penulis: Ridho Pratama  •  Selasa, 01 September 2026 | 15:02:02 WIB
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyampaikan arahan riset kepada mahasiswa baru pascasarjana IAHN Gde Pudja di Mataram.

MATARAM — Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menegaskan bahwa penelitian di jenjang pascasarjana tidak boleh sekadar menjadi syarat kelulusan. Ia mendorong mahasiswa S2 dan S3 untuk turun ke lapangan, membaca persoalan warga, lalu merumuskan solusi yang bisa diterapkan.

"Mahasiswa dan periset harus sensitif melihat persoalan di desa. Kenali potensinya, kembangkan solusinya, dan pastikan hasil penelitian membantu memecahkan masalah warga. Di situlah letak kontribusi nyata seorang akademisi," ujar Aryadi di hadapan mahasiswa baru Program Pascasarjana IAHN Gde Pudja.

Tiga Bidang Riset Prioritas: Dari Kemiskinan hingga Pariwisata

Aryadi membeberkan tiga isu pembangunan NTB yang membutuhkan sokongan riset berbasis data ilmiah secara berkelanjutan. Ketiganya menjadi acuan bagi mahasiswa dalam memilih topik tesis atau disertasi.

  • Pengentasan kemiskinan — fokus pada formula dan model pemberdayaan ekonomi masyarakat desa untuk menekan angka kemiskinan di NTB.
  • Ketahanan pangan — penguatan sektor pertanian dan pengelolaan potensi pangan lokal agar pasokan dan akses pangan masyarakat stabil.
  • Pariwisata berdaya saing — pengembangan konsep pariwisata berkualitas yang berkelanjutan di tengah gencarnya promosi wisata NTB.

Inovasi Berawal dari Keterbatasan dan Tantangan Warga

Dalam pemaparannya, Aryadi mengingatkan bahwa inovasi bernilai tinggi justru kerap lahir dari keterbatasan dan persoalan sehari-hari. Ia meyakini tantangan di lapangan dapat diubah menjadi peluang lahirnya solusi baru jika mahasiswa mau melihat lebih dekat.

Ia pun menegaskan pentingnya keselarasan antara riset daerah dengan kebijakan pembangunan nasional melalui Asta Cita. Rekomendasi akademis, kata dia, harus mampu diserap menjadi basis perumusan kebijakan publik atau evidence-based policy di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Klinik Inovasi: Ruang Konsultasi bagi Akademisi dan Inovator Lokal

Untuk memperkuat ekosistem riset di daerah, BRIDA NTB menyediakan fasilitas Klinik Inovasi. Layanan ini menjadi ruang konsultasi, pendampingan, dan inkubasi gagasan bagi perangkat daerah, perguruan tinggi, akademisi, hingga inovator lokal dan masyarakat umum.

Kolaborasi segi empat atau quadruple helix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar riset tidak berakhir di rak perpustakaan. Harapannya, hasil penelitian menjelma menjadi produk inovasi dan program pembangunan yang berdampak jangka panjang bagi NTB.

Kegiatan matrikulasi ini mengusung tema "Riset dan Inovasi Berbasis Potensi Daerah: Membangun Penelitian Pascasarjana yang Berdampak bagi Masyarakat". Sebanyak puluhan mahasiswa baru S2 dan S3 IAHN Gde Pudja mengikuti pemaparan tersebut di Rektorat Lantai III kampus setempat.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top