BMKG Deteksi Potensi Karhutla Sulteng 9-15 Agustus, Tiga Wilayah Masuk Kategori Sangat Tinggi

Penulis: Ridho Pratama  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:42:31 WIB
Petugas memantau titik panas di kawasan rawan karhutla Sulawesi Tengah, 9-15 Agustus.

NUSA TENGGARA BARAT — Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, mengingatkan kondisi ini dipicu suhu udara tinggi, kelembapan rendah, dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Imbauan ini ditujukan tidak hanya kepada pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan.

Skor FWI dan FFMC di Atas Ambang Normal

Analisis Fire Danger Rating System (FDRS) menunjukkan tingkat kemudahan bahan bakar ringan di permukaan tanah atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) berada di atas 82 pada seluruh kabupaten/kota. Angka itu menandakan alang-alang dan dedaunan kering sangat mudah terbakar.

Buol mencatat nilai FFMC tertinggi, yakni 92 pada 15 Agustus, disusul Parigi Moutong, Poso, dan Banggai Laut yang masing-masing menyentuh 91. Sementara untuk potensi intensitas api, Banggai Laut memimpin dengan skor FWI 30 dan Banggai Kepulauan 29.

Instruksi Konkret untuk Pemerintah Daerah

BMKG meminta pemda mengaktifkan posko siaga karhutla hingga tingkat kecamatan dan menyiapkan petugas pemantauan bergilir. Koordinasi antarlembaga wajib diperkuat dengan melibatkan BPBD, TNI/Polri, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, dan relawan untuk menentukan wilayah prioritas pengawasan.

"Kami sampaikan bahwa potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi di sejumlah kabupaten/kota," kata Taufiq dalam keterangan resminya, Sabtu.

Patroli kawasan rawan perlu ditingkatkan pada siang hingga sore hari. Penggunaan drone atau kamera pengawas disarankan untuk mendeteksi titik panas lebih awal. Pemerintah juga harus memastikan kesiapan peralatan pemadaman seperti pompa air, tangki air, APAR, serta menyiapkan pos air dan sekat bakar di wilayah rawan.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

BMKG secara tegas melarang masyarakat membakar lahan, semak belukar, maupun sampah saat kondisi cuaca kering dan berangin. Warga yang menemukan asap atau api di sekitar permukiman atau kawasan hutan diminta segera melapor ke perangkat desa, petugas keamanan, atau BPBD setempat.

Langkah mitigasi mandiri yang disarankan antara lain membersihkan ilalang dan semak, menjauhkan tumpukan kayu, jerami, dan sampah kering dari bangunan, serta menyediakan cadangan air untuk mengantisipasi kebakaran kecil. Nomor pengaduan 24 jam juga didorong untuk disediakan agar laporan asap atau api bisa segera ditindaklanjuti.

Kabupaten Morowali mencatat skor FWI 19 dan Tolitoli 17, sedangkan Morowali Utara, Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi berada di angka 15. Seluruh wilayah tersebut tetap berada dalam status waspada mengingat kondisi cuaca kering diprediksi masih berlanjut.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top