NUSA TENGGARA BARAT — Artikel ini merupakan arsip dari majalah Car and Driver edisi Februari 1993, hasil test drive perdana Lexus GS300 di Texas Hill Country. Saat itu, Lexus baru berusia empat tahun di pasar Amerika, namun reputasi kehalusannya sudah terbentuk lewat LS400.
Meski membawa DNA Lexus, GS300 punya karakter berbeda. Desainnya digarap Giorgetto Giugiaro dari Ital Design, lalu disempurnakan tim Lexus di bagian bumper dan side skirt. Hasilnya koefisien drag 0,31 dan tampilan yang lebih berkarakter dibanding LS400—meski belum sampai level "breakthrough" menurut pengamat desain.
Tenaga berasal dari mesin 3.0 liter inline-six yang sama dengan SC300, menghasilkan 220 hp—berkurang 5 hp karena konfigurasi exhaust. Satu-satunya pilihan transmisi adalah otomatis 4-percepatan yang mulus, namun penggemar driving enthusiast pasti kecewa karena tidak ada opsi manual 5-percepatan.
Hasil tes menunjukkan akselerasi 0-60 mph dalam 8,7 detik—lebih lambat dari BMW 535i—namun handling-nya patut diacungi jempol. Skidpad 0,82 g dan jarak pengereman 70-0 mph sepanjang 177 kaki membuktikan sasis belakang dengan suspensi depan double wishbone dan belakang multilink bekerja baik.
"Ketika bagian belakang mulai keluar, perilakunya bisa diprediksi dan halus," tulis penguji Car and Driver. Pengujian dilakukan di rute pegunungan Texas, termasuk singgah makan siang di Hill Top Cafe milik Johnny Nicholas di Fredericksburg.
Begitu masuk kabin, sulit membedakan GS300 dengan LS400. Setir tilt-telescopic yang otomatis mundur saat keluar-masuk, konsol tengah dengan tata letak mirip, serta material berkualitas premium—semuanya terasa familiar.
Kursi pengemudi elektrik adjustable dengan pelapis kulit opsional. Ruang kabin lega untuk dua penumpang belakang, meski penumpang ketiga hanya "mungkin, bukan ideal". Fitur keselamatan sudah termasuk dual airbag depan dan seatbelt pretensioner—canggih untuk ukuran awal 1990-an.
Salah satu fitur unik GS300 adalah telepon onboard opsional yang merespons hingga 20 perintah suara. Cukup ucapkan nama kontak—misalnya "Kirstie Alley"—sistem langsung memanggil nomornya. Filter digital meredam kebisingan kabin, volume radio dan AC otomatis mengecil saat panggilan masuk.
Unit telepon bisa dilepas dan dibawa sebagai perangkat portabel seukuran saku. Fitur ini jadi cikal bakal konektivitas mobil modern, walau pada 1993 masih dianggap barang mewah langka.
Hiroyuki Watanabe, insinyur utama proyek GS300, punya filosofi sederhana: pembeli mobil mewah menginginkan kabin luas dan performa tinggi. Ia bahkan sempat memilih Toyota daripada Mitsubishi karena kantin perusahaannya lebih enak—cerita yang menunjukkan betapa detailnya pendekatan Lexus saat itu.
GS300 mungkin tidak secepat BMW 535i, tapi kehalusan berkendara, kualitas kabin, dan harga mid-$30 ribuan menjadikannya paket menarik. Bagi pembeli yang menginginkan sedan Jepang dengan jiwa Eropa, GS300 adalah jawaban yang layak dipertimbangkan.