Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tinjau SMK Mitra Industri MM2100, Targetkan Lulusan SMK NTB Siap Kerja ke Jepang dan Jerman

Penulis: Ridho Pratama  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:33:32 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau implementasi Teaching Factory di SMK Mitra Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8).

MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan transformasi SMK di daerahnya tidak akan berhenti pada sekadar perbaikan kurikulum. Kunjungan kerjanya ke SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8), menjadi langkah nyata untuk meniru model pendidikan yang mampu menyerap hampir seluruh lulusannya ke dunia industri, termasuk ke luar negeri.

Dalam kunjungan selama tiga jam itu, Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB Syamsul Hadi serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, mengamati langsung implementasi Teaching Factory (TEFA) dan Project Based Learning (PBL). Rombongan juga meninjau bengkel praktik serta laboratorium yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.

Kunci Utama: Bukan Soal Lapangan Kerja, tapi Kompetensi Lulusan

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa persoalan pendidikan vokasi selama ini kerap salah kaprah. Menurutnya, lapangan pekerjaan selalu tersedia, yang menjadi pekerjaan rumah adalah menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Ia menambahkan, lulusan SMK tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis. Disiplin, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya perusahaan modern menjadi nilai yang harus ditanamkan sejak di bangku sekolah.

Model SMK Mitra Industri MM2100: Kurikulum Disusun oleh HRD Perusahaan

SMK Mitra Industri MM2100 menjadi rujukan nasional karena kurikulum, kompetensi, hingga proses evaluasinya disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha. Sekolah yang berlokasi di kawasan industri ini didukung langsung oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar.

Keunggulan lainnya, sekolah ini memiliki lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO). Lisensi tersebut memungkinkan lulusan memperoleh akses bekerja ke luar negeri, seperti Jepang dan Jerman, tanpa melalui lembaga perantara.

Gubernur menilai praktik baik ini layak direplikasi di NTB. Ia menyebut NTB sebenarnya sudah memiliki fondasi serupa melalui Komatsu School Welding dan UT School, namun model seperti ini perlu diperbanyak.

Langkah Konkret: Undang Manajemen ke NTB untuk Supervisi dan Pendampingan

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Iqbal telah mengundang pendiri serta manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB. Kerja sama yang direncanakan mencakup supervisi pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga pengembangan model pendidikan terintegrasi dengan lembaga pelatihan kerja.

"Bagi Pemerintah Provinsi NTB, transformasi pendidikan vokasi bukan sekadar meningkatkan angka kelulusan, tetapi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja," pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov NTB menargetkan semakin banyak SMK yang berkembang menjadi SMK Go Global, yaitu sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berstandar industri nasional dan internasional. Ekosistem ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja profesional sekaligus mengurangi pengangguran lulusan SMK secara berkelanjutan.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: ampenannews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top