Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menyimpan salah satu air terjun paling eksotis di Indonesia timur, yaitu Air Terjun Mata Jitu. Keindahannya bahkan pernah memikat perhatian tokoh dunia.
Terletak di tengah hutan Taman Buru Pulau Moyo, air terjun ini menawarkan kombinasi keindahan alam yang jarang ditemukan di tempat lain, dengan air sebening kristal yang mengalir di antara kolam-kolam bertingkat.
Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Sumbawa, berikut ulasan lengkap tentang pesona Air Terjun Mata Jitu, sejarah kunjungan terkenalnya, dan cara terbaik untuk mencapai lokasi ini.
Air Terjun Mata Jitu merupakan kaskade empat tingkat yang mengalir menuju tujuh kolam alami dengan ketinggian sekitar 7 meter. Setiap tingkatan menawarkan kolam tersendiri yang bisa digunakan untuk berenang atau sekadar membasahi kaki.
Air yang mengalir di Mata Jitu berwarna hijau jernih dan sangat bening, bahkan dasar kolamnya bisa terlihat jelas dari permukaan. Kejernihan inilah yang membuat air terjun ini terasa begitu menyegarkan dan berbeda dari air terjun pada umumnya.
Suasana di sekitar air terjun masih sangat alami, dikelilingi hutan tropis yang rimbun di dalam kawasan Taman Buru Pulau Moyo, menciptakan suasana tenang jauh dari keramaian.
Air Terjun Mata Jitu dikenal luas dengan julukan Queen Waterfall setelah keindahannya memikat Putri Diana dari Kerajaan Inggris yang pernah berkunjung ke lokasi ini. Kunjungan bersejarah tersebut turut mengangkat popularitas Pulau Moyo di kancah internasional.
Selain Putri Diana, sejumlah selebritas dunia lain seperti David Beckham juga tercatat pernah menikmati keindahan Pulau Moyo dan air terjunnya. Popularitas ini menjadikan Mata Jitu sebagai destinasi kelas dunia yang tersembunyi di Indonesia timur.
Meski telah dikunjungi banyak tokoh terkenal, kawasan ini tetap mempertahankan keasrian dan ketenangannya, jauh dari eksploitasi wisata massal yang berlebihan.
Untuk mencapai Air Terjun Mata Jitu, wisatawan perlu menaiki perahu dari Sumbawa Besar menuju Pelabuhan Labuan Aji di Pulau Moyo. Dari pelabuhan, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa sepeda motor atau berjalan kaki menuju lokasi air terjun.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Mata Jitu adalah di akhir musim hujan, sekitar bulan April hingga Mei, ketika debit air lebih deras dan kolam-kolamnya berubah warna menjadi biru turquoise yang memukau.
Karena aksesnya yang membutuhkan perjalanan laut, disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk mengecek jadwal perahu dan cuaca sebelum berangkat menuju Pulau Moyo.
Baca juga informasi lainnya di portal berita Lensa Sumbawa.