Fenomena Haze Selimuti Lombok NTB, Jarak Pandang di Bandara Turun hingga 1 Kilometer pada Dini Hari

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:45:16 WIB
Fenomena haze di Lombok Tengah menyebabkan jarak pandang di Bandara Lombok turun hingga 1 kilometer pada dini hari.

LOMBOK TENGAH — Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi ZAM, Ari Wibianto, menjelaskan bahwa fenomena ini murni disebabkan oleh faktor atmosferik, bukan kebakaran hutan. “Karena tidak ada hujan, maka partikel-partikel padat tertahan di udara dalam waktu lama. Ketika partikel padat itu sangat padat terbentuklah fenomena haze yang secara fisik mengurangi jarak pandang,” ujarnya di Mataram, Senin.

Jarak Pandang Terburuk Terjadi Sebelum Matahari Terbit

Berdasarkan pengamatan BMKG dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang di area Bandara Lombok sempat menyentuh angka satu kilometer pada dini hari. Angka ini masuk kategori rendah untuk operasional penerbangan, meski belum sampai mengganggu jadwal secara signifikan.

Kondisi berangsur membaik seiring meningkatnya intensitas sinar matahari pada siang hari. Panas matahari memecah lapisan inversi yang memerangkap partikel di dekat permukaan tanah.

BMKG Imbau Waspada Transportasi dan Kebakaran Lahan

BMKG mengimbau pengguna jalan, khususnya yang melintasi jalur lintas Lombok pada pagi buta, untuk mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu utama. Potensi kecelakaan akibat jarak pandang rendah meningkat saat haze masih pekat.

Ari juga mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang menyertai musim kemarau ekstrem ini. “Kami imbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” ujarnya.

Peluang Hujan di NTB Kurang dari 10 Persen, El Nino Masih Aktif

BMKG memperkirakan peluang hujan di NTB pada awal Juli 2026 kurang dari 10 persen. Puncak musim kemarau tahun ini diperparah oleh penguatan fenomena El Nino kategori moderat dengan indeks +1,61 yang membuat kondisi lebih kering dari biasanya.

Empat daerah telah ditetapkan berstatus waspada kekeringan meteorologis, yakni Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Praya Barat), Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya, Sambelia), Sumbawa (Kecamatan Moyo Utara, Utan), dan Bima (Kecamatan Palibelo serta Tambora).

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau mulai menghemat air bersih dan mengantisipasi potensi gagal panen akibat kurangnya pasokan air irigasi.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: lingkartv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top