Pernyataan Miyazaki ini muncul di saat Kadokawa, raksasa penerbitan dan anime asal Jepang, tengah menjadi sasaran dana lindung nilai asal Hong Kong, Oasis Management. Hedge fund tersebut baru saja membeli mayoritas saham Kadokawa dan secara terbuka mendesak pemecatan CEO saat ini. Salah satu kritik utama Oasis adalah soal keputusan Kadokawa yang membiarkan FromSoftware bekerja sama dengan penerbit pihak ketiga seperti Bandai Namco, alih-alih mewajibkan sang developer menerbitkan game lewat Kadokawa sendiri.
Meski enggan membahas detail tekanan investor, Miyazaki menegaskan bahwa saat ini FromSoftware berada dalam “lingkungan pengembangan yang memuaskan.” Ia menyebut studio bisa “bebas menciptakan game yang ingin kami buat tanpa campur tangan berlebihan” dari induk perusahaan.
“Saya percaya menjaga lingkungan seperti ini di masa depan, yang memungkinkan kami fokus semata-mata pada pengembangan game, adalah hal yang sangat penting bagi saya dan kami semua di FromSoftware,” ujar Miyazaki dalam pernyataan emailnya.
Pernyataan Miyazaki memang terkesan diplomatis dan hati-hati, mengingat posisi Kadokawa yang sedang tidak stabil. Namun, ia tetap memberikan secercah harapan bagi para penggemar setia. “Kami ingin meyakinkan kalian bahwa kami akan bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk menciptakan game yang benar-benar berharga,” kata Miyazaki.
“Kami harap kalian menantikan judul-judul kami selanjutnya, baik yang sudah diumumkan maupun yang belum diumumkan.” Saat ini, satu-satunya proyek FromSoftware yang telah dikonfirmasi adalah Duskbloods, game multipemain eksklusif untuk konsol Nintendo Switch 2.
Komentar Miyazaki ini memicu spekulasi bahwa studio di balik Elden Ring dan Sekiro itu mungkin memiliki lebih dari sekadar Duskbloods di balik lengan bajunya. Banyak pengamat industri menduga FromSoftware bisa saja mengumumkan proyek besar berikutnya sebelum akhir tahun ini. Apakah itu sekuel Bloodborne yang sudah lama dinanti, atau properti intelektual baru yang ambisius? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Yang jelas, di tengah hiruk-pikuk pertarungan investor di level korporat, Miyazaki memilih untuk tetap fokus pada hal yang paling ia kuasai: membuat game. Dan untuk para penggemar di Indonesia yang telah setia merantau ke dunia Lands Between atau Yharnam, sinyal bahwa ada lebih banyak petualangan menanti adalah kabar yang lebih dari cukup.