NUSA TENGGARA BARAT — Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, menilai pengelolaan keuangan di Perum Bulog berjalan dengan baik dan akuntabel. Penilaian itu disampaikan langsung saat ia mendampingi Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau panen raya dan kesiapan infrastruktur Bulog di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Slamet menyoroti capaian pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang sudah menembus 77 persen dari target tahun 2026. Menurutnya, angka ini menjadi salah satu indikator bahwa Bulog serius menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
“BPK melihat pengelolaan keuangan negara di Bulog berjalan dengan baik dan akuntabel. Kami juga mengapresiasi capaian pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang di awal Juni ini telah mencapai sekitar 77 persen dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, BPK akan terus mengawal program strategis pemerintah yang dijalankan Bulog. Tujuannya, agar setiap langkah yang diambil bisa memberikan manfaat optimal bagi petani, masyarakat, dan ketahanan pangan secara luas.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa capaian 77 persen di awal Juni bukanlah hasil yang instan. Pihaknya menerapkan strategi jemput gabah petani, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki Bulog.
“Kami akan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh hasil panen petani terserap dengan baik, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” ungkap Ahmad Rizal.
Ia menekankan bahwa apresiasi dari BPK menjadi bukti bahwa capaian pengadaan ini didukung oleh tata kelola yang baik. Menurutnya, fondasi keuangan yang akuntabel menjadi kunci agar program-program pangan nasional bisa berjalan berkelanjutan.
Dengan pencapaian yang sudah hampir tiga perempat dari target tahunan, Bulog optimistis bisa menuntaskan sisa target pengadaan. Perusahaan pelat merah ini juga berkomitmen memperkuat cadangan pangan pemerintah sebagai bagian dari program swasembada pangan berkelanjutan.
Kunjungan BPK ke Karawang sendiri menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap pengelolaan keuangan BUMN pangan terus diperketat. Namun, di sisi lain, apresiasi yang diberikan menunjukkan bahwa Bulog dinilai berada di jalur yang benar dalam menjalankan amanat negara.