Program MBG di Sumbawa Baru Layani 74.268 Jiwa dari Target 254.841, 56 Dapur 3T Dikebut Juni 2026

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 10:46:26 WIB
Program MBG di Sumbawa baru melayani 74.268 jiwa dari target 254.841 penerima manfaat.

SUMBAWA BESAR — Kesenjangan akses gizi antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil di Kabupaten Sumbawa masih menjadi pekerjaan rumah besar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 254.841 jiwa penerima manfaat yang ditargetkan, realisasi baru mencapai 74.268 jiwa atau sekitar 20 persen.

Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, mengungkapkan bahwa 27 unit SPPG yang sudah beroperasi saat ini belum menjangkau satu pun wilayah 3T (Terpencil, Terluar, dan Terjauh).

Target 30-40 Persen Tercapai Jika 56 SPPG 3T Beroperasi

Pemerintah daerah menargetkan 56 unit SPPG tambahan—yang seluruhnya berada di kawasan 3T—mulai beroperasi pada akhir Juni 2026. Jika terealisasi, cakupan penerima manfaat bisa naik signifikan.

"Kalau 56 SPPG 3T ini bisa beroperasi sesuai target akhir bulan Juni, realisasi penerima manfaat yang saat ini baru 20 persen bisa meningkat menjadi 30 hingga 40 persen," ujar Rusmayadi kepada Suara NTB, Selasa (2/6).

Artinya, masih ada puluhan ribu jiwa di 24 kecamatan—termasuk ibu hamil, balita, dan peserta didik—yang belum tersentuh program prioritas nasional ini.

Progres Pembangunan Dapur 3T Bervariasi, Ada yang Capai 80 Persen

Proses pembangunan dapur MBG di wilayah terpencil menghadapi tantangan alam dan aksesibilitas. Meski demikian, progres pembangunan di sejumlah titik sudah menunjukkan hasil.

"Ada yang progresnya mencapai 80 persen. Tapi memang untuk wilayah 3T belum ada SPPG yang beroperasi sehingga ribuan penerima manfaat belum mendapatkan program tersebut," jelas Rusmayadi.

Pemkab Sumbawa menargetkan total 122 SPPG terbentuk hingga tahun 2027. Namun target jangka pendek yang paling krusial adalah 56 dapur yang harus rampung dalam hitungan pekan ke depan.

Pemerataan Gizi di Daerah Terpencil Jadi Prioritas

Program MBG di Sumbawa menyasar 24 kecamatan, dengan lokasi SPPG disesuaikan untuk memastikan distribusi gizi merata. Wilayah 3T menjadi perhatian utama karena akses pangan bergizi di sana masih sangat terbatas.

"Program ini akan menyasar 24 kecamatan termasuk wilayah 3T yang lokasinya disesuaikan untuk memastikan pemerataan distribusi gizi bagi peserta didik, ibu hamil, dan balita di daerah terpencil," tegas Rusmayadi.

Hingga saat ini, percepatan pembangunan puluhan SPPG terus dikebut sebagai langkah strategis memperluas jangkauan program. Jika target akhir Juni tercapai, jumlah penerima manfaat diproyeksikan bertambah dua kali lipat dari kondisi sekarang.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top