NUSA TENGGARA BARAT — Lonjakan laba BUMN ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto awal tahun 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa pengawasan ketat lewat prinsip Good Corporate Governance (GCG) mulai membuahkan hasil nyata. Danantara, yang dibentuk untuk mengoptimalkan aset negara, kini menjadi garda depan dalam memastikan setiap korporasi pelat merah berjalan transparan dan akuntabel.
Penerapan GCG di bawah Danantara tidak hanya sekadar formalitas. Ada empat pilar utama yang wajib dijalankan seluruh BUMN, baik yang sudah tercatat di bursa saham maupun tidak: transparansi dalam pengambilan keputusan, akuntabilitas kepada pemangku kepentingan, integritas operasional, serta keadilan bagi pemegang saham.
Toto Pranoto, Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, menegaskan bahwa Danantara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kedisiplinan aturan ini. "Keberhasilan menaikkan laba empat kali lipat harus diikuti dengan pengawasan yang konsisten agar tidak terjadi penyimpangan," ujarnya.
Meski angka pertumbuhan terlihat dramatis, para pengamat mengingatkan bahwa reformasi tata kelola adalah perjalanan panjang. Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, menilai pembenahan birokrasi dan sistem pengawasan memerlukan waktu untuk terlihat hasilnya secara utuh. "Prosesnya sudah berjalan tepat sasaran, tapi dampak permanen baru akan terasa jika kebijakan ini berkelanjutan," kata Piter.
Ia menambahkan, efisiensi yang tinggi jangan sampai bersifat sementara. Keberlanjutan kebijakan menjadi faktor krusial agar performa BUMN tidak hanya melesat di tahun politik atau momen tertentu, tapi bertahan dalam jangka panjang.
Sektor perbankan, khususnya BRI, menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pencapaian laba 2025. Dengan laba bersih Rp57,13 triliun, bank pelat merah ini memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah tekanan global. Sektor energi juga tak kalah penting, meski rincian kontribusi masing-masing perusahaan seperti Pertamina dan PLN belum dirilis secara detail dalam data Presiden.
Ke depan, Danantara diharapkan terus mendorong efisiensi operasional dan ekspansi bisnis yang sehat. Jika transformasi GCG berjalan konsisten, BUMN tidak hanya akan menjadi mesin laba, tetapi juga motor kemakmuran masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.