BPS Kota Mataram Terjunkan 306 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Targetkan 60.000 Unit Usaha

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 25 Mei 2026 | 17:36:01 WIB
Petugas BPS Kota Mataram bersiap melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door-to-door.

MATARAM — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram memulai persiapan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 306 petugas ke lapangan. Pendataan akan berlangsung selama dua setengah bulan, menyasar 50.000 hingga 60.000 unit usaha—dari pedagang kaki lima (PKL) hingga perusahaan besar.

Kepala BPS Kota Mataram, M. Reza Nugraha Kusumowinoto, mengatakan sensus ini bertujuan mendapatkan gambaran terbaru struktur ekonomi daerah. Seluruh pelaku usaha, termasuk yang tidak memiliki tempat permanen, menjadi sasaran pendataan.

“Kami ingin mendapatkan gambaran terbaru struktur ekonomi Kota Mataram. Karena itu seluruh pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan,” ujar Reza, Senin (25/5/2026).

Metode Door-to-Door dan Sistem Digital untuk Perusahaan Besar

Petugas akan menggunakan metode door-to-door untuk mendatangi langsung lokasi usaha masyarakat. BPS memastikan aktivitas usaha yang sifatnya sementara atau bongkar-pasang, seperti PKL, tetap terdata melalui rumah tangga pelaku usahanya.

“Petugas akan mendatangi langsung lokasi usaha masyarakat. Untuk pedagang yang sifatnya sementara atau bongkar-pasang seperti PKL, pendataan dilakukan melalui rumah tangga pelaku usahanya,” katanya.

Bagi perusahaan besar, BPS menyiapkan sistem pendataan berbasis digital melalui metode Computer Assisted Web Interview (CAWI). Metode ini memungkinkan pelaku usaha memberikan data secara mandiri dan lebih efisien.

“Pendataan berbasis web ini kami siapkan untuk mempermudah pelaku usaha besar dalam memberikan data secara mandiri,” jelas Reza.

Data Jadi Acuan Kebijakan Pembangunan Daerah

Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, menekankan pentingnya sensus ini bagi pembangunan daerah. Kota Mataram saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di NTB, mencapai 5,43 persen pada 2025.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram saat ini tertinggi di NTB. Karena itu data sensus ekonomi sangat penting untuk melihat kondisi riil masyarakat dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan,” ujar Miftahurrahman.

Data hasil sensus akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun program strategis. Mulai dari pengembangan UMKM, investasi daerah, penataan perdagangan, hingga kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kalau data yang dimiliki akurat, maka kebijakan pemerintah juga akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Fakta Singkat Sensus Ekonomi 2026 Kota Mataram

  • Jumlah petugas: 306 orang, turun langsung ke lapangan.
  • Target pendataan: 50.000–60.000 unit usaha, termasuk PKL dan perusahaan besar.
  • Periode pendataan: 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
  • Metode: Door-to-door untuk usaha kecil dan CAWI (web-based) untuk perusahaan besar.

Pemerintah Kota Mataram dan BPS berharap masyarakat serta pelaku usaha berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas. “Partisipasi masyarakat sangat penting, karena data ini akan menentukan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan,” pungkas Miftahurrahman.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top