Pencarian

Survei Opodo: Media Sosial Pengaruhi 59 Persen Gen Z Pilih Destinasi Wisata

Rabu, 14 Oktober 2026 • 16:18:01 WIB
Survei Opodo: Media Sosial Pengaruhi 59 Persen Gen Z Pilih Destinasi Wisata
Survei Opodo menemukan 59 persen responden Generasi Z mendapat ide perjalanan dari media sosial.

NUSA TENGGARA BARAT — Penelitian Opodo terhadap 9.000 wisatawan dari tujuh negara menemukan bahwa konten perjalanan di media sosial kini menjadi sumber inspirasi utama dalam merencanakan liburan. Sebanyak 59 persen responden Generasi Z mengaku mendapat ide perjalanan dari platform digital, sementara kelompok usia 25-35 tahun mencatat kenaikan dari 32 persen pada 2024 menjadi 52 persen. Temuan ini menegaskan bahwa foto, video pendek, dan vlog mampu mengubah tempat yang sebelumnya tak masuk daftar rencana menjadi destinasi yang benar-benar dikunjungi.

Survei yang dirilis melalui laporan Euronews dan CNA menunjukkan pergeseran cara wisatawan menentukan tujuan liburan. Platform digital tidak lagi sekadar alat dokumentasi, tetapi sudah menjadi katalog destinasi yang digulir setiap hari. Bagi traveler Indonesia yang aktif di Instagram, TikTok, atau YouTube, temuan ini relevan: destinasi yang muncul di beranda berpeluang besar masuk itinerary berikutnya.

Generasi Muda Paling Terpengaruh Konten Perjalanan

Angka 59 persen di kalangan Gen Z menjadi sinyal kuat bahwa konten visual bekerja efektif pada kelompok usia muda. Kelompok 25-35 tahun juga menunjukkan lonjakan signifikan, dari 32 persen pada 2024 menjadi 52 persen pada survei terbaru. Sebaliknya, hanya 5 persen responden berusia 65 tahun ke atas yang mengaku terinspirasi media sosial untuk bepergian.

Pablo Caspers, Chief Travel Officer di eDreams ODIGEO, menilai konten visual memberi cara yang mudah diakses dan lebih personal bagi masyarakat untuk mengenal berbagai tempat di dunia. Media sosial, menurutnya, juga memungkinkan wisatawan membagikan pengalaman sekaligus menginspirasi orang lain mengunjungi destinasi yang belum pernah dijelajahi.

Wisatawan Amerika Serikat Paling Terdorong ke Luar Negeri

Perbedaan pengaruh media sosial terlihat jelas berdasarkan negara asal. Amerika Serikat memimpin dengan 49 persen wisatawan yang mengaku terdorong bepergian ke luar negeri akibat konten media sosial. Spanyol menyusul di posisi kedua dengan 48 persen, lalu Italia 44 persen. Inggris mencatat persentase terendah di antara negara yang diteliti, yakni 25 persen.

Pola ini menunjukkan bahwa konten perjalanan lintas negara lebih menggugah di pasar tertentu. Bagi industri pariwisata Indonesia, data ini bisa jadi acuan menyusun kampanye digital yang menyasar wisatawan dari negara-negara dengan dorongan tinggi tersebut.

Portugal Paling Aktif Membagikan Dokumentasi Liburan

Kebiasaan mengunggah konten selama berlibur juga berbeda antarnegara. Portugal memimpin dalam unggahan swafoto dan foto pribadi dengan 50 persen, disusul Spanyol 40 persen, Italia 35 persen, Jerman 30 persen, dan Perancis 22 persen.

Untuk dokumentasi pemandangan dan bangunan ikonik, Portugal kembali tertinggi dengan 88 persen. Spanyol menyusul 82 persen, sedangkan Perancis dan Jerman masing-masing 76 persen.

Konten aktivitas wisata dan makanan juga menonjol di Portugal. Sebanyak 66 persen responden dari negara itu mengaku mengunggah pengalaman serta kegiatan wisata mereka, dengan persentase sama berlaku untuk konten makanan.

Sementara itu, foto hotel dan tempat menginap paling banyak dibagikan wisatawan Jerman dengan 51 persen. Portugal berada di posisi berikutnya dengan 41 persen, sedangkan Perancis dan Spanyol masing-masing 38 persen.

Liburan Mengecewakan Tetap Ditampilkan Positif

Penelitian Opodo juga menemukan bahwa sebagian wisatawan tetap berusaha menampilkan pengalaman liburan secara positif di media sosial, termasuk saat perjalanan tidak sesuai harapan. Kebiasaan ini paling banyak ditemukan pada responden Portugal, dengan 54 persen mengaku cenderung tetap mengunggah konten positif meski liburan mengecewakan.

Di Amerika Serikat, persentasenya mencapai 46 persen, sedangkan Spanyol mencatat 36 persen. Sikap berbeda terlihat pada wisatawan Inggris: 27 persen menyatakan tidak mungkin membagikan konten positif apabila liburan tidak berjalan sesuai harapan. Di Jerman, hanya 23 persen responden yang akan tetap memberi gambaran positif mengenai perjalanan yang mengecewakan.

Media Sosial Jadi Pintu Masuk Destinasi Tersembunyi

Fungsi media sosial dalam perjalanan tidak terbatas pada dokumentasi dan inspirasi destinasi populer. Platform digital juga digunakan untuk mencari tempat tersembunyi yang belum banyak dikenal. Bagi wisatawan Indonesia, temuan ini bisa jadi pengingat: destinasi alternatif di daerah sering kali lebih mudah ditemukan lewat unggahan orang lain dibanding brosur pariwisata resmi.

Survei Opodo melibatkan 9.000 wisatawan dari tujuh negara, memberikan gambaran luas tentang bagaimana konten digital membentuk keputusan perjalanan lintas generasi dan lintas benua. Data lengkap survei dapat dikonfirmasi melalui laporan resmi Opodo dan eDreams ODIGEO.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bsinews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks