MATARAM — Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri menyatakan pemangkasan target retribusi parkir dilakukan agar perencanaan anggaran lebih realistis. Menurutnya, pemerintah harus mengukur potensi pendapatan berdasarkan kondisi faktual, bukan menetapkan angka tinggi tanpa memperhitungkan kendala pelaksanaan.
Koreksi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini tertuang dalam APBD Perubahan 2026. Target retribusi parkir yang semula Rp18,5 miliar dipangkas menjadi Rp12 miliar.
Mengapa Target Retribusi Parkir Dipangkas Rp 6,5 Miliar
Alwan menyebut penyesuaian dilakukan secara terukur dengan melihat kondisi riil di lapangan. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin menetapkan target yang berisiko gagal tercapai.
"Penyesuaian target ini dilakukan secara terukur dengan melihat kondisi riil di lapangan. Jangan sampai kita menetapkan target terlalu tinggi, tetapi pada akhirnya tidak bisa tercapai dan hanya menjadi target bodong," tegas Alwan.
Salah satu pertimbangan pemangkasan adalah tertundanya penerapan tarif baru melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Kondisi itu membuat proyeksi penerimaan sektor parkir harus disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.
"Itu salah satu pertimbangannya," ungkap Alwan.
Realisasi Parkir Baru 42 Persen dari Target Awal
Hingga awal Oktober 2026, realisasi pendapatan parkir dilaporkan baru mencapai Rp7,8 miliar. Angka itu setara sekitar 42 persen dari target awal Rp18,5 miliar.
Capaian yang jauh dari target menjadi dasar koreksi dalam APBD Perubahan. Pemkot menilai target awal tidak lagi mencerminkan potensi penerimaan yang bisa diraih hingga akhir tahun.
Retribusi Pasar Ikut Turun Rp 250 Juta
Koreksi tidak hanya menyasar sektor parkir. Pemkot Mataram memangkas target retribusi pasar sekitar Rp250 juta, dari Rp8,250 miliar menjadi Rp8 miliar.
Alwan menyebut penyesuaian ini dipengaruhi aktivitas perdagangan yang terganggu akibat pekerjaan perbaikan dan revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Berkurangnya jumlah pedagang aktif berimbas langsung pada penerimaan retribusi.
"Target retribusi pasar turun sekitar Rp250 juta karena ada perbaikan pasar yang berimbas pada berkurangnya jumlah pedagang, seperti di Pasar Cakranegara," jelasnya.
Ujian bagi Perencanaan Pendapatan Pemkot Mataram
Koreksi sejumlah target PAD menjadi ujian bagi Pemkot Mataram untuk membenahi perencanaan pendapatan. Target realistis penting, tetapi harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap potensi penerimaan, efektivitas pemungutan, dan kendala kebijakan.
Tanpa evaluasi menyeluruh, penyesuaian anggaran berisiko hanya menjadi cara menurunkan ekspektasi pendapatan daerah. Dampaknya, ruang fiskal untuk membiayai program pembangunan ikut menyempit.