NUSA TENGGARA BARAT — Morgan, pabrikan mobil klasik asal Inggris, akhirnya memastikan kehadiran Supersport di Amerika Serikat. Namun, ada kompromi besar pada jantung pacunya. Alih-alih memboyong mesin BMW B58 6 silinder segaris seperti versi Eropa, Morgan harus menurunkan spesifikasi ke mesin 4 silinder turbo B46 untuk memenuhi regulasi emisi federal Negeri Paman Sam.
Mesin BMW B46: Tenaga Turun, Bobot Ringan Jadi Penyelamat
Mesin B46 yang sama digunakan di BMW 330i ini menghasilkan sekitar 250 hp. Jelas turun drastis dari B58 yang 330 hp. Namun Morgan optimistis soal performa. “Saya punya powertrain yang sama di BMW 330 wagon saya. Tidak kencang-kencang amat, tapi jelas tidak lambat—dan Morgan jauh lebih ringan dari mobil saya yang all-wheel-drive itu,” tulis penguji The Drive yang juga pemilik mesin serupa.
Transmisi otomatis ZF 8-percepatan tetap dipertahankan. Morgan menyebut paket ini dikembangkan khusus untuk memenuhi standar emisi federal. Meski namanya “Supersport” kini terasa sedikit ambisius, handling dan akselerasi di jalanan berkelok tetap dijanjikan menyenangkan.
Homologasi Lewat Jalur Replica Vehicle, Bukan Mobil Produksi Massal
Morgan tidak mendaftarkan Supersport sebagai mobil produksi massal biasa. Mereka menggunakan celah hukum FAST Act (Fixing America’s Surface Transportation Act) yang mengizinkan penjualan kendaraan replika model berusia minimal 25 tahun. Batasnya 325 unit per tahun di AS. “Setelah program rekayasa, validasi, dan homologasi federal yang ekstensif, Supersport telah disetujui NHTSA untuk dijual di Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi Morgan.
Artinya, mesin B46 bukan sekadar pilihan, melainkan satu-satunya opsi yang disetujui regulator. Tak ada varian 6 silinder untuk pasar AS.
Interior Lebih Eksklusif: Knob Transmisi Kustom Gantikan BMW OEM
Satu perubahan disambut positif: Morgan mengganti tuas transmisi BMW OEM yang sempat terlihat di foto awal. Kini hadir knob kustom buatan Morgan sendiri, lebih cocok dengan nuansa klasik dan elegan kabin. “Knop BMW sebenarnya bagus, tapi terasa aneh di interior Morgan yang unik dan kuno,” tulis The Drive.
Setiap unit Supersport dibangun secara coachbuilt—body aluminium dibentuk tangan di atas rangka kayu ash tradisional, lalu dipadukan dengan platform aluminium CXV-Generation yang ringan. Lebih dari 60 persen aluminiumnya dari bahan daur ulang. Joknya pakai kulit Skotlandia yang merupakan produk sampingan industri makanan.
Harga dan Ketersediaan: Rp 1,6 Miliar untuk 50 Unit
Morgan belum mengumumkan harga resmi untuk AS. Versi Eropa dengan mesin B58 dibanderol sekitar 130.000 dolar AS atau Rp 2,08 miliar (kurs Rp 16.000). Versi 4 silinder diperkirakan lebih murah, di kisaran 100.000 dolar AS atau Rp 1,6 miliar. Hanya 50 unit tersedia untuk tahun ini.
Morgan Supersport bukan mobil untuk pecinta spek mesin. Ini soal gaya, eksklusivitas, dan pengalaman berkendara yang berbeda. Mesin 4 silinder mungkin bukan berita baik di atas kertas, tapi di jalan, bobot ringan dan handling khas Morgan bisa jadi kompensasi yang manis.