KEKERI — Suasana haru dan antusiasme membuncah di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, saat Presiden Prabowo Subianto menyapa warga setempat. Momen ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja perdana kepala negara ke NTB, yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat.
Warga dan anak-anak dari SD Negeri 1 Kekeri tampak berbaris rapi di sepanjang jalan desa. Mereka membawa atribut bendera merah putih, berharap bisa melihat langsung sosok presiden yang baru dilantik.
Antusiasme Pelajar dan Guru
Zuhaini, seorang guru di SD Negeri 1 Kekeri, mengungkapkan bahwa seluruh elemen sekolah ikut serta dalam penyambutan tersebut. Total ada sekitar 300 murid dan 17 guru yang turun ke jalan.
"Murid yang ikut sekitar 300 lebih, kalau guru ada 17 yang ikut. Anak-anak pada senang tentunya karena bisa melihat pak presiden langsung," ungkap Zuhaini saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa antusiasme anak didiknya sudah terlihat sejak pagi hari. Mereka bersemangat meski harus menunggu di bawah terik matahari demi menyaksikan presiden melintas.
Harapan Warga untuk Program MBG
Fatur Rahman, warga Desa Kekeri, mengaku sangat bersyukur bisa menyapa langsung Presiden Prabowo. Ia berharap program-program unggulan pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), tetap berjalan.
"Oh tentunya saya sangat senang bisa melihat pak Prabowo. Saya berharap semua programnya, terutama program MBG ini, tidak distop karena saya dan istri saya bekerja di sana," jelas Fatur.
Harapan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain. Mereka ingin pembangunan infrastruktur dan program sosial yang sudah dirasakan manfaatnya bisa berlanjut di masa pemerintahan saat ini.
Kunjungan Kerja Perdana di NTB
Kunjungan Presiden Prabowo ke Lombok Barat ini merupakan yang pertama sejak ia menjabat sebagai presiden. Agenda utamanya adalah meresmikan lima bendungan secara serentak di berbagai provinsi, dengan pusat acara di Bendungan Meninting, Lombok Barat.
Empat bendungan lainnya yang diresmikan secara bersamaan adalah Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali. Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air.
Manfaat Bendungan untuk Ketahanan Air dan Pangan
Pemerintah menyebut peresmian bendungan-bendungan ini merupakan upaya strategis memperkuat ketahanan air nasional. Infrastruktur ini dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung swasembada pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi bersih.
Keberadaan bendungan diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, terjaminnya ketersediaan air di musim kemarau, hingga memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah tersebut.