MATARAM — Bangunan dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram ambruk saat jam istirahat berlangsung. Lima siswa mengalami luka ringan, empat di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara satu orang masih dirawat untuk observasi dan penanganan trauma.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, mengatakan bahwa kondisi itu justru menyelamatkan banyak korban. “Peristiwa terjadi saat jam istirahat, sehingga sebagian besar siswa berada di luar ruangan kelas,” katanya, Selasa (19/5).
Penyebab Ambruk: Rangka Kayu Genteng Beton Patah di Kap Atap
Hasil pemeriksaan awal tim teknis Dinas PUPRPKP NTB menunjukkan bagian struktur atap yang patah pada konstruksi kap menjadi penyebab utama ambruknya bangunan. “Konstruksi bangunan menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton,” jelas Syamsul.
Bangunan yang roboh itu dibangun pada 2006 lalu menggunakan dana sumbangan komite sekolah. Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa bangunan tersebut sudah masuk daftar prioritas rehabilitasi melalui DAK Tahun 2024. Namun, proyek itu tidak kunjung rampung.
Proyek DAK 2024 Mangkrak, Uang Sudah Dibayarkan Lunas
Ahsanul Khalik mengungkapkan bahwa seluruh anggaran rehabilitasi untuk SMAN 7 Mataram sudah dibayarkan oleh pemerintah. Namun, pembangunan ruang kelas baru belum terselesaikan sepenuhnya. “Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai perencanaan, para siswa semestinya sudah dapat menggunakan ruang kelas baru yang lebih layak dan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek yang mangkrak itu kini masih dalam proses penanganan hukum. SMAN 7 Mataram termasuk sekolah yang sebelumnya mendapatkan program pembangunan ruang kelas melalui DAK 2024, namun hasilnya belum bisa dimanfaatkan.
Langkah Darurat: Siswa Kelas XII Relakan Ruang untuk Belajar
Proses belajar mengajar di SMAN 7 Mataram dipastikan tidak terganggu. Untuk sementara, siswa akan dipindahkan ke ruang kelas XII yang kosong karena siswanya sudah selesai mengikuti ujian. “Jadi untuk sementara kosong ruang kelasnya, maka dipakai ruangan itu,” kata Syamsul.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, langsung mengarahkan seluruh pihak terkait untuk memprioritaskan penanganan dan pendampingan terhadap para siswa terdampak. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang terluka ditanggung oleh Pemprov NTB.
Kerugian Belum Dihitung, Tim PUPRPKP Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Syamsul mengaku belum mengetahui besaran kerugian akibat insiden ini. Nilainya masih dalam proses perhitungan oleh Dinas PUPRPKP NTB. Saat ini, tim teknis dari dinas tersebut sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kejadian serta mengevaluasi kondisi bangunan lainnya di lingkungan sekolah.