Senator Mirah Mendorong UMKM NTB Naik Kelas Lewat Inovasi Produk dan Perluasan Lapangan Kerja

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:46:00 WIB
Anggota DPD RI Mirah Midadan Fahmid menyampaikan pandangan terkait pembinaan UMKM NTB di Mataram.

MATARAM — Mirah Midadan Fahmid menyampaikan pandangan tersebut di Mataram, menyoroti struktur UMKM NTB yang didominasi usaha mikro. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) 2024 yang dirujuk Dinas Koperasi UKM NTB, terdapat sekitar 324 ribu UMKM di provinsi itu, dengan lebih dari 99% di antaranya merupakan usaha mikro.

Komposisi tersebut membuat pembinaan tidak bisa berhenti pada penambahan jumlah pelaku usaha. Mirah menilai usaha mikro perlu dibantu meningkatkan produktivitas, skala usaha, dan kemampuan menyerap tenaga kerja.

Pameran Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan

Mirah mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi NTB dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB yang mendorong transformasi pembinaan UMKM melalui inovasi produk, desain kreatif, dan pengembangan wirausaha baru. Langkah itu dinilai penting agar UMKM lokal mampu menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.

Namun ia mengingatkan evaluasi pola pembinaan perlu dilakukan berkala. Tujuannya agar program pemerintah tidak hanya berputar pada pelaku usaha yang sama, sementara pengusaha rintisan di berbagai kabupaten/kota tetap mendapat akses.

"Pembinaan UMKM harus menghasilkan perubahan yang nyata. Bukan sekadar berapa kali pelaku usaha mengikuti pameran, tetapi bagaimana kualitas produknya meningkat, pasarnya semakin luas, omzetnya berkembang, dan usahanya mampu menciptakan lapangan kerja baru," ujar Mirah.

Kerajinan hingga Kuliner Punya Nilai Tambah

NTB memiliki potensi besar dalam produk kerajinan, fesyen, kuliner, dan produk berbasis kearifan lokal. Potensi itu perlu didukung kreativitas, desain yang kuat, kualitas produksi, dan identitas merek agar nilai tambahnya lebih tinggi.

"Produk lokal kita memiliki cerita, budaya, dan karakter yang bisa menjadi keunggulan. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi produk yang menarik, berkualitas, dan memiliki nilai jual. Kita harus mendorong perajin agar tidak hanya menghasilkan barang, tetapi juga membangun karya yang memiliki identitas dan nilai seni," katanya.

Mirah menambahkan, inovasi tidak selalu berarti teknologi rumit atau modal besar. Perbaikan kemasan, pemilihan bahan, desain produk, konsistensi kualitas, hingga pemasaran digital bisa menjadi langkah awal meningkatkan daya saing.

Transaksi Karya Kreatif NTB 2026 Capai Rp645 Juta

Pengalaman Karya Kreatif NTB 2026 memperlihatkan peluang pengembangan tersebut. Kegiatan yang melibatkan 119 UMKM itu mencatat transaksi Rp645 juta, meningkat 64,67% dibandingkan tahun sebelumnya, serta komitmen pembiayaan perbankan Rp20,55 miliar.

Capaian itu menunjukkan adanya respons pasar terhadap produk lokal. Angka tersebut juga menjadi dasar untuk melihat sejauh mana akses pembiayaan dan pemasaran dapat mendukung pertumbuhan usaha setelah kegiatan berakhir.

UMKM Diminta Jadi Pintu Penghasilan Warga Desa

Mirah menekankan pentingnya menghubungkan pembinaan UMKM dengan penciptaan lapangan kerja. Ketika usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja berpotensi meningkat dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat, termasuk generasi muda di desa.

"UMKM harus menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi. Karena itu, program pendampingan perlu memastikan semakin banyak wirausaha baru tumbuh, termasuk dari desa-desa yang memiliki potensi produk unggulan," tegasnya.

Ia mendorong pemerintah daerah dan BI NTB memperkuat pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan desain, peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, serta kemitraan dengan sektor swasta dan jaringan distribusi yang lebih luas.

Keberhasilan program, menurut Mirah, perlu diukur dengan indikator jelas: pertumbuhan omzet, perluasan pasar, peningkatan produktivitas, jumlah usaha baru, dan tenaga kerja yang terserap. Ia berharap UMKM NTB diberi kesempatan tumbuh, berinovasi, dan menembus pasar yang lebih luas.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: putraindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top