MATARAM — Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan komitmennya memperjuangkan penambahan alokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) pada 2027. Langkah itu ditempuh agar semakin banyak kelompok petani dan desa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang memperoleh manfaat pembangunan jaringan irigasi.
Komitmen tersebut disampaikan Sari dalam kegiatan serah terima program P3TGAI Tahun 2026 di Mataram, NTB, Senin (12/10/26). Kegiatan itu dihadiri Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Antonius Suryono, Kepala Bidang OP Lukman Nurzaman, Kepala Satker OP Bagus Adi Rahmadi, PPK OP SDA II Ifan Azwar Nasution, serta Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Provinsi NTB Lalu Satria Darmawangsa.
Hadir pula perwakilan kepala desa penerima program dan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Selain mendorong keberlanjutan P3TGAI, Sari mengungkapkan dirinya turut memperjuangkan lima kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah pada 2026.
Di samping itu, Sari akan memperjuangkan rehabilitasi Daerah Irigasi Mujur II yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Jaringan irigasi tersebut melayani wilayah Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah, dan Pujut.
Sari mengapresiasi pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi melalui program P3TGAI. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur pengairan menjadi salah satu kebutuhan mendasar untuk mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari rampungnya pekerjaan fisik. Infrastruktur yang dibangun harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan para petani.
"Alhamdulillah, saya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan jaringan irigasi melalui program P3TGAI. Keberhasilan pembangunan ini tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi sejauh mana infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Sari melalui rilis yang disampaikan kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10/26).
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II itu juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur irigasi yang telah dibangun. Pemeliharaan secara berkala diperlukan agar jaringan pengairan tetap berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Jaringan irigasi yang telah dibangun harus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan agar dapat berfungsi dalam jangka panjang. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak," tegasnya.
Menurutnya, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi harus terus diperkuat untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih baik. Ketersediaan air yang memadai diharapkan membantu petani meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan hasil panen, serta memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Sari menegaskan, infrastruktur irigasi memiliki peran strategis yang melampaui fungsi teknis sebagai saluran pengairan. Keberadaannya merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
"Petani adalah salah satu penopang ketahanan pangan bangsa. Karena itu, setiap pembangunan yang kita perjuangkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Untuk memperluas jangkauan pembangunan infrastruktur pengairan pada tahun mendatang, Sari berencana mendorong peningkatan alokasi P3TGAI. Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak kelompok petani dan desa untuk mendapatkan dukungan pembangunan jaringan irigasi.
"Pada tahun 2027 saya berkomitmen memperjuangkan penambahan alokasi P3TGAI sebanyak-banyaknya agar semakin banyak kelompok petani dan desa yang memperoleh manfaat," katanya.