MATARAM — Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram memantau langsung layanan sarapan di sejumlah hotel untuk memastikan keakuratan pelaporan dan setoran pajak daerah. Metode itu dipakai karena dinilai paling cepat membaca tingkat hunian kamar.
Kepala Bidang Pelayanan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, menyebut pengawasan hotel jauh lebih ringan dibandingkan restoran. Petugas cukup meminta data sarapan untuk menggambarkan okupansi kamar.
"Pengawasan hotel tidak seberat restoran. Lima menit bisa selesai. Kita tinggal minta data breakfast-nya. Itu sudah menggambarkan tingkat hunian dan okupansi kamar," jelasnya.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa, melaporkan okupansi hotel bintang tiga ke atas sudah menyentuh 82 persen menjelang balapan. Sejumlah hotel bahkan mencatat keterisian kamar sampai 97 persen.
Hotel bintang tiga dan empat seperti Prime Park, Astoria, Golden Palace, Lombok Raya, dan Aston Inn tercatat penuh. Tamu korporat mendominasi segmen ini.
Secara keseluruhan, rata-rata okupansi harian hotel di Kota Mataram berada di kisaran 72 persen. Pergerakan tamu diprediksi terkonsentrasi pada periode menginap 9–12 Oktober 2026.
"Puncak kepadatan kamar kemungkinan terjadi pada 10 dan 11 Oktober," kata Adiyasa.
Peningkatan hunian tidak merata. Hotel bintang dua ke bawah dan akomodasi kelas melati masih memiliki ketersediaan kamar, dengan okupansi sekitar 60 persen.
Amrin menyebut hotel melati kurang diminati wisatawan selama ajang balap internasional. Ketika hotel berbintang di Mataram penuh, tamu biasanya mencari alternatif akomodasi di wilayah penyangga.
"Hotel melati memang kurang diminati. Kalau hotel berbintang di Mataram sudah penuh, tamu justru bergeser ke sebelah, yakni di Senggigi," ungkapnya.
Pada hari-hari normal, penerimaan pajak dari sektor perhotelan di Kota Mataram berada di kisaran Rp 2 miliar. Dengan meningkatnya aktivitas perhotelan selama MotoGP Mandalika 2026, penerimaan diproyeksikan ikut naik.
Amrin berharap realisasi pajak hotel bisa menyentuh batas atas target yang dipasang BKD.
"Mudah-mudahan penerimaan pajak hotel bisa tembus Rp3 miliar sampai Rp4 miliar," ujarnya.
Peningkatan hunian kamar hotel berbintang mulai terasa sejak awal pekan menjelang balapan. Data sementara BKD menunjukkan kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya maupun bulan-bulan sebelumnya.