Disnakeswan Lombok Timur Minta 264 Dapur MBG Atur Pola Menu, Cegah Lonjakan Harga Telur dan Ayam

Penulis: Taufik Rahman  •  Rabu, 30 September 2026 | 13:46:04 WIB
Kepala Disnakeswan Lombok Timur Masyhur mengusulkan pembagian jadwal komoditas di 264 dapur MBG.

LOMBOK TIMUR — Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur Masyhur mengusulkan pembagian jadwal penggunaan komoditas di setiap dapur MBG. Telur, ayam, dan ikan tidak diberikan serentak pada hari yang sama. Usulan itu disampaikan dalam keterangannya, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Masyhur, setiap dapur bisa memakai komoditas berbeda dalam satu hari. Sebagian dapur memasak telur, sementara dapur lain memilih ayam atau ikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kemudian menukar komoditas tersebut pada hari berikutnya.

Dampak 264 Dapur Beli Komoditas Bersamaan

Masyhur menghitung, bila seluruh dapur membeli jenis komoditas yang sama pada hari yang sama, permintaan melonjak tajam. Harga komoditas mengikuti kondisi permintaan dan pasokan pada waktu tersebut. "Kalau bersamaan beli itu terjadi permintaan tinggi. Tetapi kalau permintaannya rata, kebutuhan itu bisa tersebar," ujarnya.

Pola pembagian menu dinilai menjaga permintaan tetap tersebar sepanjang pekan. Lonjakan kebutuhan pada satu jenis komoditas bisa dihindari. "Pola pembagian menu itu harus diatur. Jangan makan telur pada hari yang sama. Kalau 264 dapur makan telur yang sama atau makan daging yang sama, ini punya dampak," kata Masyhur.

Ia mencontohkan satu wilayah dengan sejumlah dapur MBG. Pengelola tidak perlu menyajikan menu telur ke seluruh dapur pada hari yang sama. Sebagian dapur memakai telur, sisanya memilih komoditas lain.

Dorong MBG Beli Langsung ke Peternak

Selain pola menu, Masyhur mendorong MBG memperpendek rantai distribusi komoditas peternakan. Ia ingin program tersebut membuka akses pembelian langsung dari peternak. Rantai distribusi yang panjang membuat harga bergerak melalui beberapa tingkatan sebelum sampai ke pembeli akhir.

"Saya ingin pribadi, terus terang saja, agar MBG itu langsung membeli ke peternak," ujarnya. Ia menilai pola pengadaan yang mempertemukan kebutuhan MBG dengan peternak secara langsung bisa menekan harga di tingkat konsumen.

Masyhur menyoroti peran broker dalam rantai pasok ayam. Menurutnya, pemangkasan perantara bisa mencegah kenaikan harga yang tidak perlu. "Kalau broker ini bisa langsung memotong, MBG ini langsung ke broker, harga ayam bisa naik. Untungan pengusaha ini bisa dipangkas," katanya.

Masukan Berulang ke Pengelola Dapur

Disnakeswan Lombok Timur mengaku sudah beberapa kali menyampaikan masukan soal pola menu. Masyhur menegaskan pengaturan kebutuhan setiap dapur perlu dilakukan sejak awal. Tujuannya agar program MBG tidak menciptakan permintaan tinggi pada komoditas tertentu dalam waktu bersamaan.

"Sudah berapa kali saya berikan masukan, atur pola penggunaan menu di masing-masing dapur. Jangan sampai makan telur bersamaan," ujarnya. Pengaturan pola menu berkaitan dengan tugas pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada respons dari pengelola MBG Lombok Timur soal usulan pembagian jadwal komoditas tersebut.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top