SELONG — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, H. Muslim, menyatakan keberadaan perusahaan pengolahan tuna di Lombok Timur tidak lepas dari besarnya pasokan bahan baku dari daerah itu. Sebelum pabrik berdiri, sebagian besar tuna yang diproses perusahaan asal Amerika Serikat di Benoa, Bali, justru dipasok dari NTB.
Kondisi itu mendorong investor membangun fasilitas pengolahan lebih dekat ke sumber bahan baku. "Karena bahan bakunya dari NTB, mereka membuka perusahaan baru dan melakukan pembebasan lahan di Labuhan Lombok," kata Muslim.
Perusahaan mulai dibangun pada 2022 dan masuk pasar ekspor pada 2025. Pada tahun pertama, HPF mengirim 29 kontainer dengan produksi sekitar 597 ton dan nilai produksi Rp 54,6 miliar.
Sepanjang 2026 hingga 21 September, ekspor kembali mencapai 18 kontainer dengan volume lebih dari 355 ton. Nilai produksinya melampaui Rp 43,4 miliar.
Produk yang dikirim berupa tuna sirip kuning beku yang diolah menjadi sejumlah bentuk. Di antaranya loin, fillet, saku, cube hand cut, dan ground meat.
Pengolahannya mengikuti standar mutu yang dipersyaratkan pasar AS. Bahan baku tuna yang dibongkar di pelabuhan perikanan Labuhan Lombok mayoritas berasal dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 di Samudra Hindia.
NTB sendiri memiliki dua wilayah pengelolaan perikanan, yakni WPP 573 dan WPP 713.
Keberadaan industri pengolahan memberikan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja. Pada kondisi normal, tenaga kerja yang terserap berada di atas 200 orang.
Jumlah itu dapat mencapai sekitar 280 orang saat produksi berada pada puncaknya. Muslim menyebut investasi tersebut merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) sekaligus bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas kelautan dan perikanan di NTB.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan hilirisasi komoditas laut lainnya. Muslim menyebut pabrik pengolahan garam di Bima ditargetkan mulai mengirim sedikitnya 200 ton garam olahan per bulan ke pasar luar daerah pada awal Oktober 2026.
"Artinya hilirisasi sektor kelautan dan perikanan ini tinggal kita genjot," ujarnya.