PSG Menang 1-0 di Brest, Ferran Torres Selamatkan Luis Enrique dari Krisis

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 14 September 2026 | 18:46:31 WIB
Ferran Torres mencetak gol pada menit keempat saat PSG mengalahkan Brest 1-0 di Stade Francis Le-Blé.

NUSA TENGGARA BARAT — Gol tercipta saat laga baru berjalan empat menit. Torres menerima umpan back-heel Ousmane Dembélé, melewati Raphaël Le Guen, lalu melepaskan tembakan dari 25 yard ke sudut bawah gawang Egil Selvik. Bola melaju cepat meski terlihat seperti gerakan lambat.

Itu adalah gol keenam Torres sejak bergabung dari Barcelona musim panas lalu. Menariknya, semua tembakan tepat sasaran yang ia lepaskan musim ini berbuah gol. Kepercayaan dirinya masih tinggi setelah mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia awal musim ini.

Luis Enrique Sebut Laga Ini Terburuk dari Empat Pertandingan Ligue 1

Pelatih PSG, Luis Enrique, tidak menyembunyikan kekecewaannya meski timnya pulang dengan tiga poin. Ia menilai performa melawan Brest adalah yang paling buruk dari empat laga Ligue 1 yang sudah dijalani.

"Bagi saya, ini adalah pertandingan terburuk dari empat laga Ligue 1 kami, meski kami menang. Di tiga laga lain, kami menunjukkan level tinggi di belakang, tapi lawan mencetak gol dari setiap peluang. Kali ini sebaliknya," kata Luis Enrique.

Kritik itu beralasan. Brest finis dengan xG lebih tinggi daripada juara Eropa tersebut. Kamory Doumbia mendapat peluang emas satu lawan satu di babak kedua, tapi hanya membentur tiang luar gawang PSG. Sundulan keras Doumbia juga masih bisa ditepis Matvey Safonov.

Matvey Safonov Jawab Keraguan di Bawah Mistar

Kiper asal Rusia itu jadi sorotan setelah blunder di laga melawan Monaco pekan lalu. Stanis Idumbo mencetak gol ke tiang dekatnya, kesalahan yang sama seperti saat kebobolan dari Kai Havertz di final Liga Champions Mei lalu.

Melawan Brest, Safonov membayar keraguan itu. Ia menepis sundulan Doumbia dengan tangan kuat ke kiri bawah, lalu menepis sepakan melengkung Pathé Mboup ke tiang jauh di menit-menit akhir. Berkat penampilannya, PSG akhirnya menang lagi melawan klub Prancis setelah lima laga tanpa kemenangan.

Vitinha dan Kvaratskhelia Belum Kembali ke Level Terbaik

Masalah PSG tidak hanya soal penyelesaian akhir. Vitinha belum menemukan performa terbaiknya sejak libur musim panas. Gelandang Portugal itu biasanya jadi sumber ketajaman PSG, tapi kini belum muncul.

Khvicha Kvaratskhelia juga belum kembali ke level biasanya. Kombinasi keduanya yang tumpul membuat PSG kesulitan menciptakan peluang berbahaya selain gol Torres. Lini depan PSG hanya mengandalkan kilatan individu, bukan permainan kolektif yang solid.

Klasemen: PSG Tertinggal Lima Poin dari Lille, Monaco, dan Rennes

Kemenangan ini belum mengangkat posisi PSG di papan atas. Mereka masih tertinggal lima poin dari Lille, Monaco, dan Rennes yang masing-masing mengoleksi 10 poin.

Luis Enrique tidak panik. Musim lalu, PSG juga memulai dengan lambat. Kualitas lawan di awal musim yang berat membuat defisit poin tidak terlalu besar. Marquinhos sebelumnya menyebut ambisi dan motivasi sebagai kunci untuk mengulang kesuksesan dua musim terakhir.

PSG punya kebiasaan tampil puncak di momen yang tepat. Tapi dengan performa seperti di Brest, Luis Enrique punya pekerjaan rumah besar sebelum kepercayaan diri pemain-pemain kuncinya kembali pulih.

Stade Francis Le-Blé Dihiasi Penghormatan untuk Eric Roy

Laga ini juga jadi momen emosional bagi Brest. Klub mengenang Eric Roy, pelatih yang membawa mereka ke kompetisi Eropa pertama dalam sejarah klub. Roy meninggal pada Juni setelah berjuang melawan kanker pankreas yang tidak pernah diumumkan ke publik.

Putri Roy, Victoria-Rose, berbicara di lapangan sebelum pertandingan. Kaos bertuliskan "King Eric" dikenakan di pinggir lapangan, dan penghormatan berlanjut di tribun sepanjang laga.

Kapten Brest, Hugo Magnetti, mengatakan timnya bermain untuk Roy. "Dia akan bangga pada kami, tapi dia juga akan menegur kami karena melewatkan peluang besar," ujarnya.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top