NUSA TENGGARA BARAT — Fisioterapis Arema FC, Reta Arroyan, mengonfirmasi perkembangan menggembirakan tersebut di sela persiapan tim, Rabu (9/9/2026). Gustavo Henrique yang cedera otot paha depan kiri kini mulai meningkatkan intensitas latihan, sementara Dewangga dipastikan tidak mengalami cedera serius pada lututnya.
Penyerang asal Brasil itu mengalami cedera quadriceps saat membela Singo Edan melawan DPMM FC di Piala Presiden, akhir Juli 2026. Momen nahas itu terjadi tepat setelah ia mencetak gol keduanya atau brace di penghujung babak pertama.
Rasa sakit menusuk di paha kirinya memaksa pelatih menariknya keluar demi mencegah kerusakan jaringan otot yang lebih parah. Rumor skeptis sempat beredar bahwa bomber jangkung ini bakal absen lama di awal musim.
“Perkembangan Gustavo Henrique semakin membaik. Minggu ini dia mulai menaikkan intensitas latihan dan mulai mencoba adaptasi lapangan, seperti latihan jogging,” ujar Reta Arroyan.
Sebelumnya, Gustavo sempat mengeluhkan rasa kaku dan tegang pada area otot kakinya saat menjalani fase awal latihan pekan lalu. Kendala itu berhasil diurai, dan kini ia menjalani program penguatan fisik secara bertahap di bawah pengawasan ketat.
Cerita berbeda datang dari Alfeandra Dewangga. Pemain serba bisa ini mengalami benturan keras di area otot sekitar lutut saat Arema FC melibas Isen Mulang Kalteng FC pada laga perdana Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Insiden terjadi ketika Dewangga berjibaku merebut bola dan menghadang akselerasi pemain sayap lawan, Vinicius Baiano. Lututnya berbenturan telak dengan kaki pemain lawan, membuatnya mengerang kesakitan dan ditarik keluar pada menit ke-64.
“Waktu pertandingan lawan, dia terbentur pada bagian area lututnya. Namun kondisinya sekarang sudah mulai membaik dan alhamdulillah tidak parah,” terang Reta Arroyan.
Meski sempat mengeluhkan nyeri saat berjalan maupun jogging ringan, tim medis memastikan tidak ada kerusakan struktur sendi yang fatal. Estimasi pemulihan Dewangga dari sesi latihan reguler hanya butuh waktu sekitar tiga hari hingga satu minggu.
Tim medis terus memantau respons fisik kedua pemain sebelum memberikan rekomendasi hijau kepada tim pelatih untuk menurunkannya kembali dalam skema taktik tim. Kepastian ini menjadi modal penting bagi Arema FC yang tengah bersiap menghadapi kelanjutan kompetisi.