NUSA TENGGARA BARAT — Kabar baiknya, Dell tidak pelit port. Ada dua USB-C, plus HDMI ukuran penuh — sesuatu yang justru tidak ada di XPS 13 yang lebih mahal. Buat pelajar yang sering presentasi pakai proyektor atau monitor kampus, kehadiran HDMI ini menyelamatkan dari kerepotan bawa dongle tambahan.
Untuk layar, ada dua opsi: panel 2.8K dengan refresh rate 120Hz di varian tertinggi, atau turun ke resolusi 2K 60Hz di konfigurasi bawah. Pilihan 120Hz menarik untuk scrolling dan media, tapi lagi-lagi hanya di varian mahal — perhatikan ini saat memilih.
Dell belum mengumumkan harga resmi untuk Amerika Serikat. Yang pasti, 14S duduk satu tier di bawah XPS 13 yang mulai dari USD 699. Estimasi paling masuk akal: USD 599-649, sekitar Rp 9,6-10,4 juta dengan kurs Rp 16.000.
Jika benar di angka itu, Dell 14S punya argumen kuat: bodi solid, port lengkap, dan warna yang tidak membosankan — tiga hal yang jarang komplet di laptop Windows sekelas. Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi kapan masuk dan berapa harganya. Yang jelas dari Dell, peluncuran di AS pada musim gugur 2026, dengan harga diumumkan mendekati tanggal rilis.
Yang Perlu Diuji Lebih Lanjut: daya tahan baterai (belum ada angka resmi), performa thermal Wildcat Lake di pemakaian harian, dan kualitas panel layar 120Hz — terutama kecerahan maksimum untuk penggunaan di luar ruangan.
Untuk siapa laptop ini? Sangat menjanjikan untuk pelajar dan mahasiswa yang prioritas utamanya laptop kokoh, tidak mahal, dan tidak malu dibawa ke forum presentasi. Yang perlu berpikir dua kali: mereka yang butuh RAM lebih dari 8GB untuk multitasking berat, atau yang sudah terbiasa dengan ekosistem Apple dan butuh integrasi antarperangkat.