4 Nelayan Lombok Timur Terombang-Ambing di Selat Alas Setelah Perahu Tenggelam, Dievakuasi KMP Jemla Fajar

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 15:46:32 WIB
Empat nelayan asal Desa Apitaik dievakuasi dalam kondisi selamat oleh kru dan penumpang KMP Jemla Fajar setelah perahu mereka tenggelam di Selat Alas.

LOMBOK TIMUR — Perahu yang ditumpangi empat nelayan tersebut tenggelam setelah dihantam ombak dan angin kencang saat mereka mencari ikan. Sekelompok penumpang KMP Jemla Fajar yang berlayar rute Kayangan–Poto Tano disebut menjadi orang pertama yang mendengar teriakan minta tolong dari tengah lautan.

Para saksi di atas kapal lalu melaporkan kejadian itu kepada kru dan kapten kapal. Setelah dilakukan pengecekan, keempat nelayan itu terlihat masih terapung dan langsung dievakuasi ke atas kapal dalam kondisi selamat.

Teriakan Minta Tolong yang Menggerakkan Penumpang Kapal Ferry

Peristiwa berlangsung pada malam hari di perairan yang memisahkan Lombok Timur dan Sumbawa Barat itu. Suara teriakan minta tolong sempat membuat sejumlah penumpang gelisah sebelum akhirnya mereka melapor kepada awak kapal.

Keempat korban diketahui merupakan warga Desa Apitaik yang sehari-hari melaut. Perahu mereka tenggelam seusai dihantam gelombang yang datang bersamaan dengan angin kencang di lokasi pencarian ikan.

ASDP Pastikan Korban Selamat, Kronologi Masih Diselidiki

Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Audina Midiani, membenarkan adanya kejadian penyelamatan tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi tenggelamnya perahu nelayan.

"Betul. Kami telah menerima informasi terkait kejadian tersebut," ungkap Audina saat dikonfirmasi, Senin (31/8).

Audina mengapresiasi respons cepat kru dan penumpang kapal dalam melakukan pertolongan. Ia menyarankan masyarakat atau pihak yang membutuhkan data lebih detail untuk menghubungi langsung operator kapal KMP Jemla Fajar atau instansi berwenang terkait keselamatan pelayaran.

"Sekiranya dapat dikonfirmasi langsung kepada operator kapal KMP Jemla Fajar maupun instansi berwenang agar informasi yang diperoleh lebih akurat," kata dia.

Pelabuhan Kayangan–Poto Tano Jadi Lintasan Vital di NTB

Rute penyeberangan Kayangan menuju Poto Tano merupakan jalur utama yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Selat Alas dikenal sebagai perairan yang kerap mengalami cuaca ekstrem, terutama pada malam hari saat angin barat bertiup kencang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan yang beraktivitas di perairan terbuka untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan memastikan keselamatan kapal sebelum melaut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Syahbandar setempat mengenai investigasi lebih lanjut atas kejadian tersebut.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top