MATARAM — Langkah awal menuju realisasi investasi itu dibuka melalui pertemuan antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Dubes Qatar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menawarkan sejumlah proyek strategis yang dinilai siap menerima suntikan modal asing.
Gubernur NTB menegaskan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Qatar menjadi modal utama dalam mempercepat proses negosiasi. “Hubungan emosional dan persepsi positif yang sangat baik antara Indonesia dan Qatar menjadi modal terbesar kita. Pertemuan ini membuka jalan bagi masuknya investasi, baik melalui institusi pemerintah maupun entitas swasta dan private equity dari Qatar,” ujar Iqbal.
Sektor infrastruktur menjadi perhatian pertama dalam pembahasan kedua pihak. Pemprov NTB menawarkan pengembangan infrastruktur kebandarudaraan serta perluasan konektivitas penerbangan yang dinilai mampu mendongkrak arus wisatawan dan barang.
Selain itu, proyek pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur turut ditawarkan. Proyek ini dinilai krusial untuk memperkuat hubungan antarkawasan di Pulau Lombok dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sekian sektor yang ditawarkan, KEK Mandalika menjadi proyek yang paling menyita perhatian delegasi Qatar. Dalam kunjungannya ke Lombok Tengah, Al-Dosari meninjau langsung kawasan yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut.
“Proyek ini sangat berpotensi bagi Negara Qatar untuk menanamkan investasi di Mandalika,” kata Al-Dosari dalam keterangan yang dikutip dari Antara.
Ketertarikan ini menunjukkan bahwa Qatar tidak hanya membidik pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga kawasan dengan potensi ekonomi dan pariwisata kelas dunia. Jika terealisasi, investasi di Mandalika diperkirakan menciptakan efek berantai bagi usaha lokal, sektor pariwisata, transportasi, hingga jasa di sekitarnya.
Pembahasan tidak berhenti pada proyek fisik. Kedua pihak juga memperluas rencana kerja sama di bidang pendidikan vokasi serta penempatan tenaga kerja profesional asal NTB. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan NTB untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten bagi industri pariwisata dan infrastruktur yang tengah berkembang.
Belum ada angka pasti mengenai nilai investasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, masuknya Qatar Airways dalam pembicaraan awal menjadi sinyal kuat bahwa sektor penerbangan akan menjadi salah satu pintu masuk pertama realisasi kerja sama ini.