NUSA TENGGARA BARAT — BANDUNG – Persib Bandung belum menutup pintu transfer pada bursa kali ini. Pelatih Igor Tolic secara terbuka menyebut skuadnya masih memungkinkan untuk diperkuat pemain anyar sebelum kompetisi resmi bergulir, meski ia enggan membeberkan nama target.
"Ya, masih ada tempat. Saya pikir kami masih bisa menyisakan tempat untuk Luka Modric jika dia ingin datang!" ujar Tolic sembari berkelakar kepada awak media di Bandung, sambil menegaskan bahwa perekrutan bukan perkara sederhana.
Di balik peluang itu, Tolic mengingatkan ada batasan finansial yang harus dihormati. Ia mengaku banyak nama direkomendasikan kepadanya, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi keuangan klub dan komposisi pemain yang sudah ada.
"Saya kenal beberapa pemain, banyak orang sudah mengirimkan nama-nama. Tapi ada anggaran, ada pemain yang sudah ada di sini. Kami mencoba membuat yang terbaik dari apa yang memungkinkan," jelasnya.
Kebutuhan penambahan amunisi bukan tanpa alasan. Tolic menyoroti padatnya kalender kompetisi yang akan dihadapi Persib, baik di level domestik maupun kemungkinan ajang Asia. Ia menilai kedalaman skuad menjadi faktor krusial agar tim tidak kolaps di tengah musim.
"Empat hingga lima kompetisi, bahkan enam untuk pemain tim nasional. Jadi, ini musim yang penuh tekanan. Kami butuh banyak pemain," kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Kebutuhan paling mendesak ada di sektor bek kiri. Setelah hengkangnya Layvin Kurzawa dan Rezaldi Hehanussa, Persib tidak memiliki pemain bertahan kiri murni. Posisi itu kini diisi oleh Eliano Reijnders yang beroperasi sebagai bek kanan, atau sesekali winger muda Ikhwan Tanamal yang dimainkan di posisi tersebut.
Kondisi ini jelas kurang ideal untuk skema permainan Tolic yang kerap mengandalkan overlap dari sisi sayap. Selain bek kiri, posisi penjaga gawang juga masuk daftar prioritas untuk menambah kompetisi internal di bawah mistar gawang.
Bobotoh pun berharap manajemen segera bergerak sebelum bursa tutup. Dengan persaingan musim depan yang diprediksi semakin ketat, satu atau dua rekrutan berkualitas bisa menjadi pembeda antara sekadar kompetitif atau benar-benar menjadi kandidat juara.