BRIN dan BRIDA NTB Percepat Penguatan Rumah Inovasi Daerah, Targetkan 5 Teknologi Unggulan untuk Sektor Prioritas

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:30:32 WIB
BRIN dan BRIDA NTB menyepakati penguatan Rumah Inovasi Daerah dengan target lima teknologi unggulan untuk sektor prioritas.

MATARAM — Rancangan kebijakan penguatan Rumah Inovasi Daerah (RID) NTB yang disusun BRIN kini telah mencapai 80 persen dan segera memasuki tahap review eksternal. Dalam penyempurnaan dokumen itu, BRIDA NTB dan BRIN sepakat untuk memprioritaskan kolaborasi multipihak agar inovasi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berkelanjutan.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga proposal riset unggulan yang mencakup bidang pengolahan pangan, air bawah tanah, dan kelautan. Tidak hanya berhenti pada riset, BRIDA juga akan memberikan pendampingan serta fasilitas inkubasi bagi pelaku usaha kecil, kelompok tani, dan komunitas lokal untuk mengembangkan produknya.

Inovasi Air Nira Tembus 40 Hari, Jadi Andalan Sektor Pariwisata

Salah satu potensi yang menonjol dalam pembahasan ini adalah teknologi pengolahan air nira segar. BRIDA bersama Universitas Mataram (UNRAM) telah mengembangkan metode yang mampu memperpanjang masa simpan air nira dari biasanya hanya 4-5 jam menjadi hingga 40 hari tanpa mengurangi kesegarannya.

Teknologi ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikomersialkan, terutama untuk mendukung sektor pariwisata dan kebutuhan logistik pada kegiatan berskala besar di NTB. Skema kerja sama dengan dunia usaha kini tengah dijajaki untuk memastikan produk ini bisa dipasarkan secara luas.

Data Teknis dan Dukungan Lahan Jadi Pekerjaan Rumah

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Kegiatan Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah, Nora Sulastri, menyoroti tiga agenda strategis yang membutuhkan komitmen nyata dari pemerintah provinsi. Pertama, pengembangan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk penyediaan air bersih, di mana kesiapan lahan serta dukungan operasional dan pemeliharaan masih harus dimatangkan.

Kedua, pemetaan sungai bawah tanah yang memerlukan data teknis detail dari dinas terkait. Ketiga, pengembangan teknologi iradiasi yang membutuhkan pemetaan potensi produk dan komunitas pengguna layanan tersebut.

Perwakilan kelompok kerja (Pokja) memastikan bahwa data teknis yang diperlukan akan segera dikirim dan dilengkapi secara paralel bersama dinas teknis serta UNRAM. Untuk teknologi iradiasi, koordinasi dengan UNRAM akan dilanjutkan guna menindaklanjuti peluang pengembangan dan skema kerja sama yang lebih konkret.

Mengapa Pengembangan SWRO Masih Perlu Kajian Ulang?

Berbeda dengan dua agenda lainnya, pengembangan teknologi SWRO masih memerlukan pembahasan lebih mendalam sebelum diputuskan. Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan lokasi, dukungan lintas sektor, serta keberlanjutan operasional agar komitmen yang dibangun dapat dilaksanakan secara realistis dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Melalui rangkaian tindak lanjut ini, BRIDA NTB dan BRIN berupaya memastikan RID tidak sekadar menjadi konsep. Rumah inovasi ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan riset, teknologi, potensi daerah, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat sehingga menghasilkan inovasi yang tepat guna dan berdampak luas bagi perekonomian NTB.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: kabarberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top