MATARAM — Momen wisuda tidak boleh dimaknai sebagai titik akhir pendidikan. Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah harus menjadi modal untuk melahirkan perubahan nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Universitas Terbuka yang terus memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi,” ujarnya di hadapan para lulusan, Sabtu (22/8/2026).
Target Besar di Balik Visi NTB Makmur Mendunia
I Gede Putu Aryadi menjelaskan, para wisudawan dihadapkan pada tiga prioritas utama pembangunan daerah yang sedang berjalan. Ketiganya adalah pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta upaya menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Karena itu, lulusan tidak cukup hanya mengejar pengembangan diri dan karier. Kontribusi langsung untuk menjawab persoalan di lapangan dinilai jauh lebih penting.
“Mari kita bangun NTB sebagai rumah besar kita bersama, dengan memberikan karya, kontribusi, dan warisan terbaik bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.
BRIDA Buka Pintu bagi Peneliti Muda
Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya meminta lulusan untuk bekerja. Melalui BRIDA, ruang riset dan inovasi dibuka lebar, salah satunya lewat sayembara riset yang menyasar peneliti muda.
Menurut I Gede Putu Aryadi, berbagai tantangan pembangunan tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan lama. Dibutuhkan gagasan baru yang berbasis data, riset, dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Ia menekankan bahwa inovasi adalah kata kunci. Tanpa inovasi, proses pembangunan akan berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Titik Awal Perjalanan
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gelar sarjana yang baru diraih adalah tanggung jawab moral. Para lulusan diminta untuk terus belajar dari realitas sosial di sekitar mereka.
Dengan jumlah lulusan yang besar, Universitas Terbuka Mataram diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap dinamika pembangunan di Nusa Tenggara Barat.