LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah memperbarui data dampak kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade. Berdasarkan penghitungan terbaru, musibah itu menghanguskan 75 unit rumah dan 69 art shop milik warga, angka yang sebelumnya dilaporkan mencapai 129 rumah.
Selain rumah dan toko seni, kebakaran juga merusak sejumlah fasilitas adat serta fasilitas umum di kawasan tersebut. Satu unit masjid, empat berugak sekenam (gazebo bertiang enam), dan enam berugak sekepat turut menjadi sasaran api.
Tak berhenti di situ, satu lumbung alang-alang, satu balai desa, satu toilet, hingga satu gerbang adat juga dilaporkan hangus. Di luar kawasan utama, sekitar 20 unit rumah di luar Desa Adat Sade ikut terdampak.
"Dari kemarin berhitung kondisi dan keadaan wilayah yang terdampak, pertama perlu kami sampaikan ada 75 unit rumah. Lalu kemudian satu masjid, berikut empat berugak yang kakinya enam atau di sini orang mengatakan sekenam," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri kepada awak media, Senin (24/6).
Dalam penghitungan sementara yang melibatkan Kapolres, Danrem, Dinas Pariwisata, serta kepala desa, kerugian material ditaksir menembus angka Rp 34 miliar. "Kalau ditotal tadi bersama-sama Bapak Kapolres, Danrem, rekan dari Dinas Pariwisata, kepala desa dan semuanya, dalam hitungannya kurang lebih Rp 34 miliar," tegasnya.
Pemkab Lombok Tengah saat ini masih membahas langkah penanganan dan rencana pembangunan kembali kawasan yang terdampak. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penataan ruang di kawasan adat tersebut.
Bupati menyebut pihaknya masih memikirkan desain tata ruang yang tepat agar musibah serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Pendataan menyeluruh dilakukan untuk memastikan seluruh dampak bencana dapat teridentifikasi dengan baik.