MATARAM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka kesempatan bagi tenaga medis dan kesehatan untuk bergabung sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 Hijriah/2027. Seleksi tahun ini memperebutkan posisi di dua kategori utama: PPIH Kesehatan Kloter serta PPIH Kesehatan Arab Saudi dan Tenaga Kesehatan Bandara.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menegaskan proses seleksi berlangsung transparan. "Seleksi PPIH bebas gratifikasi dan tidak ada pungutan biaya apa pun," tegasnya pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Puji menjelaskan, pihaknya tidak hanya mencari tenaga medis dengan kemampuan klinis mumpuni. Integritas dan ketahanan fisik menjadi sorotan utama karena petugas akan mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Melalui seleksi ini, kami ingin mendapatkan petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan dan integritas. Termasuk kemampuan bekerja di lapangan," ujarnya.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring penuh melalui laman resmi Kemenhaj. Calon pelamar wajib menyiapkan berkas kelengkapan dalam bentuk digital sebelum mengunggahnya ke dalam sistem.
Satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya berlaku untuk satu pembuatan akun. Panitia mengimbau pelamar mencermati seluruh kriteria agar berkas memenuhi syarat penyeleksian.
Pelamar diwajibkan memperhatikan tenggat waktu pendaftaran dan tahapan seleksi yang telah ditentukan panitia. Informasi lengkap mengenai jadwal dan posisi yang dibuka dapat diakses langsung melalui laman resmi Kemenhaj.
Bagi tenaga kesehatan yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui laman yang tertera pada pengumuman resmi Kemenhaj. (*)