Video Pesta "Dugem" di Bukit Dandaun Sembalun Tuai Kecaman, Balai TNGR Tegaskan Lokasi di Luar Kawasan

Penulis: Ridho Pratama  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20:50 WIB
Video pesta malam di Bukit Dandaun, Sembalun, viral di media sosial dan memicu kecaman warganet.

MATARAM — Rekaman video amatir yang memperlihatkan sekelompok pemuda menggelar pesta malam ala "dugem" di sebuah area perkemahan perbukitan kini beredar luas dan memantik reaksi keras warganet. Peristiwa itu disebut terjadi di Bukit Dandaun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dan terekam dalam unggahan akun TikTok @puspitoadji____.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat puluhan orang melompat dan berjoget mengikuti musik beraliran cepat dengan volume tinggi. Beberapa di antaranya turut mengayunkan senter dan lampu kilat ponsel ke arah langit, menciptakan suasana riuh di ruang terbuka pada malam hari.

Balai TNGR Tegaskan Bukan Wilayahnya

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNGR Astetika Ardiariso menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan atas area yang berada di luar kawasan konservasi. "Karena lokasi ini berada di luar kawasan TNGR. Saya mungkin tidak bisa kasih komentar," katanya kepada NTBSatu pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa tanggung jawab pengamanan dan pengawasan Bukit Dandaun sepenuhnya berada di tangan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) atau pemerintah desa setempat, bukan di bawah Balai TNGR.

Pengelola Klaim Sudah Menegur Langsung

Pengelola Savana Dandaun, Hendrianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya berada di lokasi saat pesta berlangsung dan langsung memberikan teguran keras kepada para pendaki. "Kejadiannya itu sekitar jam tujuh malam, kebetulan pengelola ada di sana. Saat itu pengelola langsung memberi teguran keras dan langsung berhenti," ujarnya.

Hendrianto memastikan kegiatan yang berlangsung pada Selasa malam itu tidak berlanjut setelah ditegur. Namun, ia belum menjelaskan lebih lanjut mengenai sanksi atau langkah preventif yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Warganet: Gunung Bukan Tempat Pesta

Pembuat video yang berada di lokasi kejadian meluapkan kekecewaannya melalui keterangan unggahan. "Sekarang gunung bukan lagi tempat mencari ketenangan," tulisnya, menyindir perilaku kelompok yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung lain.

Kecaman publik pun membanjiri kolom komentar. Mayoritas warganet menilai aksi tersebut menyalahi etika dasar wisata alam bebas. Selain soal kebisingan, mereka juga menyoroti potensi gangguan terhadap flora-fauna setempat serta rusaknya kenyamanan pendaki lain yang membutuhkan waktu beristirahat setelah menempuh perjalanan.

Publik mendesak pengelola wisata lokal untuk mengambil langkah tegas dalam menertibkan pengunjung. Beberapa warganet bahkan meminta agar aturan batas tingkat kebisingan dirumuskan secara jelas demi menjaga ketenangan kawasan perbukitan yang selama ini populer sebagai destinasi alternatif berkemah di Sembalun.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top