NUSA TENGGARA BARAT — Lelang COE yang digelar Land Transport Authority (LTA) pada Rabu (5/8) menunjukkan tren harga yang terus merangkak naik sejak pandemi. Untuk kategori A yang mencakup mobil mesin di bawah 1.600 cc, LTA menerima 1.522 penawaran untuk kuota 1.226 unit. Sebanyak 1.220 penawaran berhasil, sementara 302 calon pembeli gagal mendapatkan sertifikat.
Berdasarkan data Reuters yang dikutip Rabu (8/7), harga COE kategori A kini sudah naik empat kali lipat dibanding level sebelum Covid-19. Kenaikan ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda meski Menteri Transportasi Jeffrey Siow menyebut permintaan tetap kuat karena harga mobil listrik yang kompetitif di tengah pasokan sertifikat yang menurun.
Jejak kenaikan terlihat jelas dari deret angka. Pada Oktober 2023, sertifikat mobil kecil masih di kisaran US$77.500 atau sekitar Rp1,38 miliar. Memasuki lelang pertama 2026, harganya naik ke S$102.009 (Rp1,42 miliar), lalu sempat menyentuh rekor S$129.000 atau Rp1,80 miliar pada Juli 2026 seperti dilaporkan Jalopnik, Senin (10/8).
LTA membagi kuota kendaraan ke lima kategori dengan syarat teknis yang ketat. Kategori A khusus mobil non-listrik bermesin sampai 1.600 cc dengan tenaga maksimum 97 kW (130 bhp) serta mobil listrik penuh bertenaga maksimum 110 kW (147 bhp). Jika tenaga melebihi ambang itu, kendaraan masuk kategori B yang COE-nya dipatok S$129.910 atau sekitar Rp1,81 miliar.
Aturan ini berdampak langsung ke pabrikan. Reuters menyebut banyak produsen sengaja memangkas tenaga mesin alias detune pada model populer khusus pasar Singapura agar bisa memakai sertifikat kategori A yang lebih murah. Strategi ini membuat konsumen di negara kota tersebut tidak selalu mendapat performa puncak dari model yang mereka beli.
Biaya sertifikat yang tinggi membuat harga on-the-road mobil di Singapura jauh melampaui harga normal. Toyota Corolla yang sudah termasuk COE, registrasi, dan pajak dipatok S$179.888 atau setara Rp2,50 miliar. Honda Civic non-hybrid dijual S$211.899 (Rp2,95 miliar), sementara Mercedes-Benz GLE dibanderol mulai S$572.888 atau sekitar Rp7,97 miliar.
Sebagai pembanding, pendapatan tahunan median rumah tangga Singapura berada di S$149.352 atau sekitar Rp2,08 miliar. Artinya, satu unit Corolla sudah lebih mahal dari pendapatan setahun rumah tangga rata-rata. Bahkan, flat kecil bersubsidi pemerintah dijual mulai S$139.000 atau Rp1,93 miliar — lebih murah dari sekadar biaya COE sebuah mobil kecil.
Kategori lain juga tak kalah fantastis. COE untuk kendaraan barang dan bus berada di S$91.545 (Rp1,27 miliar), sepeda motor S$10.503 (Rp146,2 juta), dan kategori E yang terbuka untuk semua kendaraan kecuali motor mencapai S$131.000 atau sekitar Rp1,82 miliar.
Dengan sistem kuota yang ditahan ketat dan permintaan yang tetap tinggi, harga sertifikat di Singapura sulit kembali ke level sebelum pandemi. Konsekuensinya, mobil di sana bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset bernilai miliaran rupiah yang masa pakainya dibatasi hanya 10 tahun. Setelah itu, pemilik wajib memperbarui COE dengan harga baru atau melepas kendaraannya.